Keluarga Jadi Tembok Utama Pemertahanan Bahasa Daerah

  • 08 Mar 2024 16:38 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Keluarga dinilai menjadi tembok terakhir dari upaya pemertahanan bahasa daerah yang terancam punah. Pasalnya, keluarga menjadi sumber pengajaran bahasa pertama bagi setiap individu atau yang biasa disebut bahasa ibu.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Asep Juanda mengatakan, pentingnya pemelajaran bahasa daerah di keluarga, karena dibeberapa daerah, sekolah justru tidak mengajarkan bahasa daerah.

Baca juga:

Terancam Punah, Tiga Bahasa Daerah Banten Direvitalisasi

“Di Tangerang itu kan tidak ada muloknya (bahasa daerah) Melayu Betawi. Bahasa Sunda pun tidak ada kecuali di Kabupaten Tangerang. Nah sebagai pemertahanannya melalui apa karena kan sementara ini yang dianggap terbaik itu kan di dunia pendidikan, di sekolah. Dan khusus untuk bahasa daerah ini sebenarnya di keluarga,” ujarnya kepada RRI beberapa waktu lalu.

Asep memandang, hal itu bisa menjadi pemicu kepunahan sebuah bahasa daerah. Padahal bahasa daerah merupakan suatu hal penting sebagai salah satu bentuk identitas.

“Ya tentu ini juga sebagai kekhawatiran suatu saat nanti bahasa daerah itu hilang dengan sendirinya, kalau tanpa upaya-upaya pemertahanannya,” ucap dia.

Baca juga:

Kantor Bahasa Provinsi Banten Jajaki Kerja Sama dengan RRI Banten

Di Banten, ada tiga bahasa daerah yang terancam punah, yakni Sunda Banten, Jawa Banten, dan Melayu Betawi. Ketiga Bahasa itu memiliki jumlah penutur terbesar. Namun seiring perkembangan zaman, jumlah penuturnya semakin menyusut.

Yang paling menjadi perhatian adalah penutur Melayu Betawi yang biasa digunakan oleh masyarakat Tangerang Raya. Di sana akulturasi budaya membuat penutur bahasa daerah kian berkurang.

“Daerah yang dekat atau penyangga ibukota pasti akan berdampak terhadap bahasanya. Termasuk Banten, sehingga bahasa daerahnya juga akan susah (bertahan). Jadi sama-sama terancam gitu misalnya yang terdekat Tangerang,” kata Asep.

Baca juga:

Kecamatan Larangan Gratiskan Anak Yatim Piatu Belajar Bahasa Inggris

Maka dari itu, perlu adanya upaya nyata untuk melestarikan bahasa daerah. Kantor Bahasa Provinsi Banten kini Tengah merevitalisasi tiga bahasa daerah tersebut. Tujuannya, untuk melanggengkan serta menambah penutur baru.

"Nantinya akan dibuatkan modul dulu oleh maestro, dilatihkan ke guru, diimbaskan ke guru lain, baru diajarkan ke siswa. Nah disitu mulai dilakukan upaya revitalisasi," ujar Asep.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....