25 Kecamatan di Pandeglang Rawan Pergerakan Tanah
- 12 Okt 2022 13:30 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: 25 kecamatan di Kabupaten Pandeglang teridentifikasi memiliki potensi pergerakan tanah kategori menengah sampai tinggi. Kerawanan itu seiring dengan meningkatnya curah hujan pada bulan Oktober 2022.
Bukan hanya menciptakan pergerakan tanah baru, curah hujan tinggi yang diperkirakan terjadi diakhir tahun ini bisa mengaktifkan kembali pergerakan tanah lama.
Adapun daerah yang tergolong berpotensi terjadi pergerakan tanah dengan tingkat kerawanan menengah sampai tinggi, diantaranya Kecamatan Cadasari, Karangtanjung, Majasari, Pulosari, Mandalawangi, Jiput, Cisata, Cipuecang, Paninbang, Cikeusik, dan Sumur.
“Kalau musim hujan datang, bencana akibat hidrometeorologi ada hujan tinggi, angin puting beliung, tanah longsor, pohon tumbang, termasuk pergerakan tanah itu rangkaian dari dampak hidrometeorologi,” ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang, Rahmat Zultika, Rabu (12/10/2022).
Dia membeberkan, pergerakan tanah itu bisa mengakibatkan longsor. Apalagi curah hujan tinggi diprediksi akan terjadi dalam beberapa bulan kedepan. Daerah yang memiliki kerawanan itu, sebagian besar berada di daerah dataran tinggi.
“BMKG sudah mengeluarkan peta terkait potensi longsor. Itu berada di wilayah pegunungan, seperti Gunung Karang, Pulosari, Aseupan, dan daerah yang dekat dengan TNUK tapi yang disana kan tidak ada pemukiman,” jelasnya.
Menyikapi hal itu, Rahmat mengimbau masyarakat agar meningkatkan mitigasi dan kewaspadaan. Mereka yang tinggal di aliran sungai, diingatkan untuk memahami tanda-tanda bencana.
“Kami sudah menjalin koordinasi dengan pihak terkait, termasuk berbagai relawan kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....