Sekolah Lapang Diharap Jadi Ajang Transfer Pengetahuan Petani
- 22 Agt 2023 17:10 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Kegiatan Sekolah Lapang (SL) didorong untuk dimanfaatkan dengan baik oleh Kelompok Tani (Poktan) lantaran dapat menjadi ajang pertukaran informasi atau transfer knowladge dari para narasumber.
"Pada kegiatan ini diajarkan cara pembuatan bahan organik oleh narasumber sehingga petani mempunyai alternatif pupuk untuk pengolahan lahan pertanian," kata Asda Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Nuriah saat membuka Sekolah Lapang di Desa Rocek Kecamatan Cimanuk, Selasa (22/8/2023).
Baca juga:
Pemkab Pandeglang Tingkatkan Kapasitas Petani Melalui Sekolah Lapang
Menurutnya, kegiatan ini untuk memberikan wawasan bagi petani khususnya dalam pembuatan bahan organik. Apalagi kata Nuriah pembuatan bahan ini menjadi solusi ketika pupuk anorganik sulit didapat.
"Manfaatkan momen ini dengan baik, memberikan pembelajaran menyelesaikan permasalahan yang selama ini menjadi persoalan di lapangan," katanya.
Baca juga:
Petani Pandeglang Diimbau Beralih Tanam Palawija saat Kemarau
Seorang narasumber dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Cimanuk, Encep Sulhi mengatakan, biosaka merupakan produk non paten dan non pupuk yang diramu sendiri oleh petani.
"Produk biosaka merupakan elisitor, artinya suatu produk yang berfungsi sebagai signaling bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih bagus," ucap dia.
Baca juga:
Alokasi Pukim Berkurang, Distan Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik
Menurut Encep, elisator berfungsi memperbaiki tanaman dan ekosistemnya, sehingga pertumbuhan tanaman lebih bagus dan meningkatkan sel tanaman itu sendiri.
"Nanti secara fisik bisa dilihat dari daun dan batangnya, perkembanngan akar dengan sendirinya akan mencari nutrisi, menyuburkan tanah, agar ada pemahaman biosaka kita langsung peraktekan," ujar Encep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....