BMKG Komitmen Sebarkan Informasi Mitigasi Bencana Menyeluruh, Termasuk Difabel

  • 20 Jul 2023 11:37 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Pendalaman informasi kebencaan bagi kalangan difabel saat ini masih belum optimal. Padahal sebagai anak bangsa, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi tentang mitigasi kebencanaan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan untuk mendorong itu pihaknya saat ini berupaya untuk meningkatkan kualitas informasi mitigasi bencana khusunya kepada kaum rentan difabel. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menambah tenaga bahasa isyarat saat pemberian sosialisasi mitigasi kebencanaan.

"Makanya pada hari ini saya liat sudah ada bahasa isyarat yang disampaikan. Karena kaum rentan difabel memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi," ujarnya, Kamis (20/7/2023).

Melalui itu, Diwkorita menginginkan agar dapat terciptanya kemandirian mitigasi bencana dapat terwujud di masyarakat. Dengan demikian saat bencana apapun terjadi, dampak dari bencana yang timbul dapat ditekan jumlahnya.

"Kemandirian individu dan keluarga serta kemandirian lingkungan sekitar. Ini yang dibangun oleh BMKG agar informasi mitigasi bencana dapat sampai ke masyarakat tanpa terkecuali," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD provinsi Banten, Asep Mulya Hidayat mengakui kaum rentan difabel menjadi bagian integral yang perlu didorong dalam menerima informasi tentang mitigasi bencana. Bahkan pihaknya juga terus menyasar semua laporan masyarakat untuk waspada dan paham tentang bencana dan penanganannya.

"Semakin banyak sosialisasi kebencanaan dan semakin banyak yang menerima, semakin banyak yang disaaar, maka masyarakat akan semakin siap dan waspada," katanya.

Saat ini, tambah Asep di provinsi Banten sedikitnya ada belasan jenis bencana yang berpotensi terjadi hampir di semua Kabupaten dan kota. Belasan bencana itu mulai dari bencana alam, non alam dan bencana hidrometrelologi.

"Di provinsi Banten itu ada belasan bencana yang berpotensi ditimbulkan. Ada banjir, longsor, kekeringan gempa bumi, letusan gunung, kebakaran, sampai dengan kegagalan industri," ucapnya.

"Memang tidak semua daerah sama potensi bencananya. Misalnya di Banten Selatan itu seperti banjir, longsor, pergeseran tanah, kekeringan, kebakaran yang yang lainnya. Sedangkan kalau di utara itu kegagalan teknologi sampai bencana Hodrometreologi," ujarnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....