PMI Gelar Pelatihan Spesialisasi Water Sanitation and Hygiene
- 22 Mei 2023 21:44 WIB
- Banten
KBRN, Cilegon: Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan Pelatihan Spesialisasi Water Sanitation and Hygiene (WASH) dan teknisi Pelayanan Kesehatan Darurat Dasar (PKDD) di Kota Cilegon, Banten.
Pelatihan yang diadakan sejak 20-27 Mei 2023 ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Divisi Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PMI Kota Cilegon, Encep Nurdin mengungkapkan pentingnya air sebagai kebutuhan dasar manusia dan berharap bahwa pelatihan ini akan meningkatkan kompetensi peserta pelatihan.
"Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting, melalui pelatihan ini semoga dapat meningkatkan kompetensi rekan-rekan peserta pelatihan semua," katanya.
Encep juga menyampaikan terima kasih kepada PMI Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada PMI Kota Cilegon untuk menjadi tuan rumah pelatihan ini. Ia menilai kesempatan ini berharga untuk menjadi tuan rumah pelatihan tingkat nasional.
“Untuk diketahui, sejak tahun 2015 hingga saat ini, PMI Kota Cilegon telah berkiprah nyata dalam bidang air, sanitasi dan promosi kebersihan, khususnya mendampingi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan seperti di Kecamatan Pulomerak, Grogol dan Purwakarta dalam upaya penanganan krisis air. Sampai saat ini juga, kesulitan air dibeberapa wilayah masih terjadi dan ini merupakan PR bagi PMI, pemerintah serta kalangan industri untuk segera mengatasinya," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sub Divisi Air dan Sanitasi Markas Pusat PMI, Akbar Eka Prasetya, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh PMI Kota Cilegon dalam penyelenggaraan Pelatihan Spesialisasi WASH dan PKDD tahun 2023 ini.
"Peserta pelatihan sebanyak 33 perwakilan dari 30 PMI kabupaten/kota dan 14 provinsi se-Indonesia yang lolos seleksi. Jumlah tersebut terdiri atas 23 peserta untuk spesialisasi WASH dan 10 peserta untuk teknisi PKDD," katanya.
Dia menjelaskan, tahun 2018 diperkirakan 4,2 miliar orang atau 55 persen penduduk dunia tinggal di daerah perkotaan (urban). Badan Statistik memperkirakan sebanyak 56,7 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan dan dari tahun ke tahun dan akan terus bertambah.
"Urbanisasi, pertumbuhan permukiman kumuh serta akses terhadap layanan dasar yang tidak merata merupakan situasi umum yang terjadi di wilayah perkotaan," ujarnya.
"Potensi bencana merupakan ancaman yang dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur dan sarana prasarana seperti air bersih dan sanitasi di lokasi bencana. Menghadapi kondisi ini perlu untuk menambah penyebaran serta regenerasi Sumberdaya Staf dan Relawan yang memiliki kompetensi di bidang WASH di PMI," kata Akbar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....