Pemkot Serang Siapkan Kampung Ramadan Disiapkan di Pujasera Stadion

  • 24 Jan 2026 15:05 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Serang menyiapkan Pujasera Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang sebagai pusat kuliner tematik Kampung Ramadan yang diharapkan menjadi alternatif masyarakat untuk berbuka puasa sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Serang (Disparpora), Zeka Bachdi, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penataan dan pembenahan kawasan Pujasera agar seluruh fasilitas siap digunakan saat peluncuran resmi. Penataan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan para pedagang serta mitra vendor.

“Pujasera ini kami rapikan terlebih dahulu. Kami terbuka bekerja sama dengan berbagai vendor untuk menunjang kerapihan dan kemanfaatannya. Panggung sudah berdiri, tempat duduk lesehan juga sudah tersedia,” kata Zeka Bachdi, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menyebutkan, peluncuran Pujasera ditargetkan berlangsung pada Februari atau sebelum memasuki bulan Ramadan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh pedagang siap beroperasi sehingga saat dibuka, kawasan kuliner sudah tertata dengan baik.

“Kami siapkan dengan matang supaya saat launching pedagang sudah siap semuanya,” ujarnya.

Pada bulan Ramadan, kawasan Pujasera Stadion akan dikemas dengan konsep Kampung Ramadan. Konsep ini memungkinkan pedagang menjajakan menu berbuka puasa dengan harga terjangkau, sekaligus menghadirkan suasana religi di lingkungan stadion.

“Nanti menjelang puasa konsepnya Kampung Ramadan. Mereka menjual menu-menu buka puasa. Jadi masyarakat yang ingin berbuka, kuliner stadion bisa menjadi pilihan alternatif,” kata dia.

Zeka menambahkan, keberadaan Pujasera juga dirancang untuk menunjang fungsi stadion sebagai kawasan olahraga terpadu. Masyarakat dapat berolahraga sekaligus menikmati fasilitas kuliner dalam satu area.

“Orang bisa olahraga di stadion, setelah itu makan ada tempatnya. Ini penunjang stadion dan mendukung aktivitas masyarakat,” katanya.

Berdasarkan hasil uji coba sebelum peluncuran, Pujasera Stadion Maulana Yusuf mencatat tingkat kunjungan yang stabil pada hari biasa dan cenderung meningkat pada malam akhir pekan.

“Ini masih uji coba, belum diisi musik atau event. Ke depan kalau diisi kegiatan menarik, tentu jumlah pengunjung akan bertambah,” ujarnya.

Ia menilai Pujasera Stadion berpotensi menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil. Namun, proses penataan kawasan stadion tidak lepas dari tantangan, terutama dalam mengubah citra lama stadion.

“Dulu stadion ini dikenal dengan hal-hal yang kurang baik. Untuk mengubah paradigma itu butuh proses dan dukungan semua pihak, bukan hanya aparat, tapi juga masyarakat dan pedagang,” ucap Zeka.

Untuk menjaga ketertiban, pemerintah daerah telah membentuk satuan tugas pengamanan yang melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan masyarakat sekitar. Pengawasan dilakukan secara ketat terhadap aktivitas pedagang maupun pengunjung.

“Kami tegas. Kalau ada yang menjual minuman keras atau memfasilitasi kegiatan yang tidak benar, langsung kami keluarkan hari itu juga,” katanya.

Selama Ramadan, selain aktivitas kuliner, Pujasera Stadion juga akan diisi dengan kegiatan keagamaan dan seni religi, seperti buka puasa bersama, kajian Islami, marawis, dan terbang gede.

“Kami ingin Pujasera ini menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucap Zeka Bachdi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....