Sampah Ancam Ekosistem Pantai Banten Selatan

  • 10 Jan 2026 16:19 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Pantai dan laut tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menyimpan sumber kehidupan bagi nelayan, ruang belajar generasi muda, serta penyangga ekosistem alam. Namun saat ini, wilayah pesisir, khususnya Pantai Banten Selatan, menghadapi tantangan serius berupa ancaman sampah yang terus meningkat.

Dalam program Green Radio RRI Pro 1 Banten edisi Sabtu (10/1/2026), Ketua dan Pendiri Komunitas Peduli Pantai dan Laut Banten Selatan, Irfan Budiono menyampaikan, persoalan sampah di pantai selatan sudah berada pada kondisi mengkhawatirkan. Sampah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga kerap ditemukan menumpuk di kawasan pesisir dan mencemari laut.

Baca juga: Bersihkan Pantai Teluk, Andra Soni Kerahkan Ratusan Personel

“Permasalahan sampah di pantai selatan itu sangat besar, karena rata-rata sampah yang ada sebenarnya adalah sampah kiriman dari sungai, bukan murni dihasilkan dari kawasan wisata,” ujarnya. Ia menjelaskan, banyak pantai di Banten Selatan berada dekat dengan muara sungai sehingga menjadi tempat akhir aliran sampah dari hulu.

Selain plastik, sampah kayu juga menjadi persoalan tersendiri. Menurut Irfan, kayu-kayu yang terdampar di pantai berasal dari wilayah hulu sungai yang mengalami deforestasi. “Sampah kayu ini berasal dari hulu sungai yang mengalami deforestasi. Kalau tidak dihentikan, dampaknya ke pesisir akan semakin besar,” ujarnya.

Aktivitas wisata turut memperparah kondisi tersebut, terutama saat libur panjang. Minimnya fasilitas tempat sampah dan pengelolaan wisata yang belum optimal membuat pengunjung kesulitan membuang sampah pada tempatnya. “Kapasitas pengunjung tidak sebanding dengan jumlah tempat sampah yang tersedia, sehingga sampah menumpuk dan tidak terkelola,” ujarnya.

Baca juga: Merawat Wisata Pantai Anyer Melalui Gerakan Sapta Pesona

Irfan menegaskan, jika persoalan sampah tidak segera ditangani secara kolaboratif, dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang, mulai dari menurunnya kualitas lingkungan, terganggunya pariwisata, hingga sulitnya nelayan mencari ikan. Ia mengajak masyarakat, pengelola wisata, dan pemerintah untuk bersinergi menjaga pantai.

“Permasalahan sampah ini tidak akan selesai jika hanya satu pihak. Harus ada kolaborasi semua elemen, dengan dukungan kebijakan dari pemerintah,” ujarnya. (Trixie Sondang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....