Enam Kecamatan Kota Serang Gelar Pasar Murah

  • 13 Des 2025 11:52 WIB
  •  Banten

KBRN,Serang: Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025–2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggelar operasi pasar bersubsidi dengan menyalurkan ribuan paket sembako ke enam kecamatan. Program ini memberi akses kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah pasar, di tengah kecenderungan kenaikan harga di akhir tahun.

Kepala Bidang Perdagangan DinkopUKMperindag Kota Serang, Yahya Widianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah antisipatif menghadapi fluktuasi harga bahan pokok menjelang Nataru. Operasi pasar bersubsidi ini telah berjalan secara berkelanjutan dalam dua tahun terakhir dan kembali dilaksanakan untuk periode akhir 2025 hingga awal 2026.

“Untuk persiapan Natal dan Tahun Baru 2025–2026, kegiatan ini kembali kami laksanakan agar masyarakat tetap bisa menjangkau kebutuhan pokok,” ujar Yahya, Sabtu (13/12/2025).

Baca juga: Pemkot Serang Siapkan Ratusan Paket Sembako di Pasar Murah

Ia menjelaskan, satu paket sembako dijual dengan harga Rp55.000, terdiri dari minyak goreng, setengah lusin telur ayam, ayam potong, bawang merah, serta cabai merah keriting. Jika mengacu pada harga pasar, nilai paket tersebut mencapai sekitar Rp110.000.

“Komoditas bawang merah dan cabai merah keriting saat ini menjadi pemicu utama inflasi, sehingga kami masukkan sebagai prioritas dalam paket,” katanya.

Pelaksanaan operasi pasar dilakukan secara bergilir di enam kecamatan, yakni Taktakan, Curug, Walantaka, Kasemen, Serang, dan ditutup di Kecamatan Cipocok Jaya. Total kuota yang disiapkan sebanyak 3.000 paket, dengan alokasi masing-masing kecamatan menerima 500 paket.

Baca juga: Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Jelang Idulfitri

Distribusi kupon dilakukan melalui kecamatan dan kelurahan untuk memastikan paket diterima warga yang membutuhkan. Setiap keluarga memperoleh satu kupon, meski pada kondisi tertentu terdapat lebih dari satu kupon dalam satu keluarga karena perbedaan domisili rumah.

“Harga paket ini dipastikan lebih rendah dibanding harga yang berlaku di pasar,” ujar Yahya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....