BPBD-PK Pandeglang Siagakan Personel Antisipasi Bencana Nataru

  • 05 Des 2025 16:02 WIB
  •  Banten

KBRI, Pandeglang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD PK) Kabupaten Pandeglang meningkatkan status siaga darurat hidrometeorologi sejak November lalu. Keputusan ini diambil setelah BMKG menyampaikan potensi meningkatnya curah hujan di wilayah Banten dari Desember - Februari. Kondisi tersebut membuat Pandeglang harus mengantisipasi risiko banjir, longsor, hingga angin puting beliung yang kerap terjadi di sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD PK Pandeglang, Acep Firmansyah mengatakan, seluruh personel dan peralatan sudah disiagakan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Sarana-prasarana sudah kami siapkan termasuk personelnya. Setiap akhir tahun intensitas hujan biasanya tinggi dan memunculkan potensi banjir. Kami siapkan secara maksimal,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Menurut Acep, wilayah selatan masih menjadi zona paling rawan. Kecamatan Patia, Sukaresmi, dan Sobang tercatat sebagai daerah yang hampir setiap tahun terdampak banjir. Sementara Kecamatan Mandalawangi dan Kroncong memiliki risiko longsor akibat kondisi struktur tanah dan curah hujan tinggi.

BPBD PK telah menyiapkan sekitar 40 personel, termasuk gabungan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan, untuk ditempatkan pada titik siaga bencana. Dukungan peralatan pun telah diperbarui, termasuk kendaraan operasional baru, perahu karet, dan perlengkapan selam. Acep menegaskan kesiapan ini penting mengingat cuaca ekstrem dapat terjadi tiba-tiba.

“Kalau dilihat dari peta kerawanan yang kami punya, daerah selatan itu paling rentan. Banjir dan longsor rutin terjadi,” Ujar Acep.

Acep menambahlan, dalam menetapkan status tanggap darurat, BPBD PK mengacu pada intensitas laporan dari kecamatan yang terdampak. Peningkatan status hanya akan dilakukan jika bencana bersifat masif dan melanda beberapa wilayah sekaligus. Acep menambahkan, penyebaran peringatan dini cuaca kini dipercepat melalui situs resmi serta grup WhatsApp berjenjang dari kecamatan hingga desa, guna memastikan aparatur wilayah dapat merespons situasi sejak dini.

Sementara itu menurut Acep BPBD PK juga telah menyiagakan stok logistik dasar untuk penanganan awal bencana. Namun, jika terjadi bencana berskala besar, pihaknya akan mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT) kepada pemerintah daerah maupun pusat. Di sisi lain, Acep mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada menghadapi periode cuaca ekstrem. (Ridwan Maulana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....