Proses Relokasi Kabel Udara di Cilegon Capai 60 Persen

  • 03 Okt 2025 18:25 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon: Progres relokasi kabel udara di jalan protokol Kota Cilegon, hingga Oktober 2025 dilaporkan mencapai sekitar 60 persen lebih. Relokasi kabel udara yang dilakukan di jalur utama Kota Cilegon tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah dalam menata kota agar lebih rapi, aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Setelah pengerjaan selesai saya minta bekas galian-galian yang ada agar segera ditutup kembali, jangan sampai ada yang terbuka sebab bisa ganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan,” kata Plt Asisten Daerah II Kota Cilegon Aziz Setia Ade Putra usai menghadiri Rapat Pembahasan Progres Relokasi Kabel Udara di Ruang Rapat Asisten Daerah Kota Cilegon, Jumat (3/10/2025).

Baca juga: Relokasi Kabel Udara Mulai Dilaksanakan di Kota Serang

Aziz juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Cilegon atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses relokasi kabel berlangsung. “Kami dari Pemkot Cilegon mohon maaf jika ada gangguan terkait penggunaan jalan selama proses relokasi berlangsung. Saya harap masyarakat bisa memakluminya sebab ini semua untuk demi kepentingan bersama,” katanya

Aziz optimistis pelaksanaan relokasi kabel udara dapat selesai sesuai target yang telah ditentukan yakni pada akhir November 2025. "Jika sesuai dengan rencana insya allah di akhir November 2025 kita sudah bisa lakukan pemotongan kabel yang di udara yang mana saat ini masih terpasang. Mudah mudahan semuanya bisa berjalan sesuai tepat waktu," ucapnya.

Sementara Perwakilan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Noviana menyampaikan, progres penggalian tanah untuk relokasi kabel udara di jalur protokol Kota Cilegon telah mencapai 90 persen yang mana pihaknya menargetkan proses penggalian dapat rampung pada pekan ini.

Baca juga: Kabel Fiber Optik yang Semrawut di Tangsel Ditertibkan

"Insya Allah minggu ini proses penggalian bisa selesai. Selanjutnya nanti akan ada penarikan kabel yang rencananya akan dimulai pada tanggal 10 nanti sebab target kami awal November sudah dilakukan penyambungan antara kabel lama dengan kabel baru, dan untuk pemotongan kabel rencananya di akhir bulan November nanti,” ujarnya.

Meski berjalan lancar, Noviana mengaku faktor cuaca dan kondisi tanah yang keras menjadi kendala saat proses penggalian berlangsung. “Setelah disurvei ternyata tanah di lokasi cukup keras. Karena dikerjakan manual tanpa mesin boring, progresnya sempat terhambat. Selain itu, lubang yang sudah digali juga sempat terisi air akibat hujan. Namun dengan penambahan tenaga kerja, alhamdulillah progres tetap on track,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....