Sasaka Cibanten, Menelusuri Jejak Peradaban Banten

  • 29 Sep 2025 16:33 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Sungai bukan hanya aliran air, melainkan juga saksi bisu perjalanan peradaban. Hal ini tergambar dalam Sasaka Cibanten, sebuah program inisiatif Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 8 yang menghadirkan cerita panjang tentang Sungai Cibanten, mulai dari hulu hingga hilir.

Kepala BPK Wilayah VIII Banten-Jakarta, Lita Rahmiati menjelaskan, sasaka berarti cerita, sementara Cibanten adalah sungai yang sejak lama menjadi pusat kehidupan masyarakat.

“Sasaka Cibanten adalah runutan cerita, bagaimana sungai ini menyimpan peradaban, sejarah, dan budaya masa lalu yang masih bisa kita telusuri hingga hari ini,” ujar Lita dalam dialog bersama RRI, Senin (29/9/2025).

Baca juga: Sungai Cibanten Didorong Jadi Wisata dan Konservasi

Dia menerangkan, melalui program ini, masyarakat diajak untuk melihat Sungai Cibanten bukan sekadar aliran air, tetapi juga nadi kehidupan yang menghubungkan warisan budaya, mulai dari tradisi pembuatan golok Cijomas, kesenian debus, hingga jejak peninggalan arkeologi seperti Benteng Speelwijk dan reruntuhan Keraton Kaibon.

Lita menambahkan, kegiatan Sasaka Cibanten tidak hanya berupa seminar atau diskusi, tetapi juga melibatkan masyarakat melalui ngariung budaya, pertunjukan seni, hingga pementasan teaterikal. “Kami ingin menampilkan Sungai Cibanten sebagai ruang belajar bersama, sekaligus ruang ekspresi seni yang bisa dinikmati semua kalangan, termasuk generasi muda,” ucapnya.

Baca juga: Arkeolog Teliti Keberadaan Arca Ganesha di Pulau Panaitan

Menariknya, program ini juga dikemas dengan sentuhan kekinian. Visualisasi yang estetik dan instagramable diharapkan mampu menarik minat generasi Z untuk lebih dekat dengan sejarah dan kebudayaan lokal. “Kami ingin generasi muda merasa memiliki. Budaya itu bukan sekadar milik orang tua atau masa lalu, tapi juga relevan untuk hari ini dan masa depan,” kata Lita.

Dengan mengangkat kisah Sungai Cibanten dari hulu hingga hilir, Sasaka Cibanten hadir bukan hanya sebagai upaya pelestarian budaya, melainkan juga ajakan untuk merawat lingkungan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Banten.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....