Festival Kesti TTKKDH Jadi Simbol Identitas Budaya Masyarakat
- 21 Sep 2025 00:49 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Festival Kesenian Tari dan Silat Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) yang digelar di Kota Serang tidak sekadar menampilkan atraksi seni dan budaya, tetapi juga mengangkat isu penting tentang pelestarian warisan leluhur di tengah derasnya arus modernisasi.
Gubernur Banten, Andra Soni menjelaskan, perlunya ruang yang lebih luas bagi budaya lokal agar tidak tergeser perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan seperti festival Kesti TTKKDH menjadi wadah penting untuk memperkuat identitas masyarakat Banten sekaligus mempererat persatuan bangsa.
“Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya. Identitas Banten harus tetap kuat sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa,” ucapnya Sabtu (20/9/2025).
Baca juga: Kapolri Berikan Penghargaan ke Atlet Berprestasi KESTI TTKKDH
Festival ini juga menyoroti tantangan generasi muda yang semakin terpapar budaya global. Menurut Andra Soni, keterlibatan Kesti TTKKDH berperan besar dalam menanamkan nilai kebersamaan dan melestarikan tradisi.
"Kami mendorong agar generasi muda lebih aktif mengenal budaya leluhur. Kesti TTKKDH sudah membuktikan bahwa seni dan silat bukan hanya warisan, tetapi juga menjadi jati diri bangsa,” katanya.
Selain aspek budaya, Gubernur menilai kegiatan ini memiliki potensi pariwisata. Ia menekankan pentingnya memasukkan festival budaya ke dalam agenda resmi pemerintah untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca juga: Hadiri Halbil, Pj Gubernur: Kesti TTKKDH Memikirkan Keindonesiaan
Plestarian budaya lokal menjadi perhatian utama pemerintah provinsi. Gubernur Andra Soni menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi bersama masyarakat agar warisan budaya tidak hanya ditampilkan di panggung, tetapi juga diwariskan secara berkelanjutan.
“Pemerintah Provinsi Banten siap mendukung setiap langkah strategis dalam menjaga budaya kita. Ini bukan hanya milik Banten, tetapi juga warisan bangsa Indonesia,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....