BPBD Kota Serang Siapkan Antisipasi Banjir dan Longsor

  • 13 Agt 2025 17:57 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menyiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi potensi banjir dan longsor di musim kemarau basah. Meskipun kondisi kemarau, hujan masih kerap turun dalam beberapa hari terakhir.

“Dalam pencegahan dan kesiapsiagaan kita sosialisasi kemasyarakat, baik itu melalui media, kita ke lapangan langsung. Bahkan sekarang ini kalau teman-teman ini ngecek kemana, Kidemang itu kita turun untuk membersihkan sungai Cibanten yang memang bukan satu-satunya ya, tapi salah satunya air meluap itu kan dari Cibanten," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, saat ditemui di Gedung Sekretaris Daerah Kota Serang, Rabu (13/8/2025).

"Jadi langkah-langkah kita ya seperti itu. Yang kedua, misalnya di langkah kedaruratan ya apabila terjadi banjir, ya kita udah siap dari sisi alat, personil, sampai dengan bantuan logistik seperti itu,” ucap Diat.

Diat melanjutkan, berdasarkan pemetaan BPBD Kota Serang, terdapat sejumlah wilayah rawan banjir yang perlu diwaspadai. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Serang, Kecamatan Taktakan Timur, Kecamatan Tasemen, Kecamatan Cipocok, serta wilayah utara Kecamatan Walantaka.

“Yang rawan itu Kecamatan Serang, Kecamatan Tasemen, ini nggak semua ya, saya bilang kecamatannya. Terus Cipocok, Walantaka, Walantaka tuh kayak Walantaka bagian utara ya, bukan Walantaka secara keseluruhan. Taktakan juga, Taktakan Timur mungkin ya, itu juga untuk banjir ya,” katanya.

Selain banjir, tambah Diat BPBD juga mencatat adanya potensi longsor di wilayah tertentu. Berdasarkan catatan, dua kecamatan yang memiliki potensi longsor adalah Kecamatan Curug dan Kecamatan Taktakan. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan kejadian longsor dalam dua hari terakhir.

“Berdasarkan pemetaan tadi, kalau longsor potensinya hanya ada di dua kecamatan. Kecamatan Curug dengan Kecamatan Taktakan. Dengan curah hujan seperti ini memang ada potensi lah terjadi longsor, tapi sampai dengan saat ini Alhamdulillah nggak ada,” ujar Diat.

Diat menegaskan penanganan banjir tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, melainkan harus mencakup seluruh wilayah aliran sungai mulai dari hulu, tengah, hingga hilir. Faktor penggundulan hutan di hulu menjadi salah satu penyebab air hujan langsung mengalir ke sungai tanpa sempat terserap oleh akar pohon. (Faradhita/mg)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....