​Dukung Swasembada Pangan, Pemprov Banten Salurkan Pompa Air

  • 30 Jul 2025 11:27 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional dan mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan mulai terjadi pada Agustus 2025, Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan sebanyak 30 unit pompa air kepada petani di lima kabupaten/kota.

Bantuan ini merupakan bagian dari program pompanisasi yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Banten. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Provinsi Banten, Saeful Bahri Maemun, menyampaikan bahwa bantuan pompa ini disalurkan untuk menunjang ketersediaan air irigasi, terutama di wilayah pertanian rawan kekeringan.

“Penyaluran bantuan pompanisasi ini untuk Kabupaten Pandeglang sebanyak 11 unit, Kabupaten Lebak 7 unit, Kabupaten Serang 6 unit, Kabupaten Tangerang 4 unit, dan Kota Serang 2 unit,” kata Saeful di Rangkasbitung, Rabu (30/7/2025).

Pompa yang disalurkan kepada petani saat ini telah menggunakan tenaga listrik dari PLN, menggantikan sistem sebelumnya yang masih mengandalkan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dinilai lebih efisien dan mampu menekan biaya produksi pertanian secara signifikan.

“Dengan penggunaan listrik PLN, biaya operasional petani dapat ditekan, sehingga hasil pertanian menjadi lebih ekonomis dan produktif,” ujarnya.

Saeful menambahkan bahwa melalui program pompanisasi ini, pihaknya menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari dua kali tanam menjadi tiga kali tanam dalam setahun. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan pangan dan produksi beras di wilayah Banten.

Provinsi Banten sendiri tercatat menempati posisi kedelapan sebagai produsen beras terbesar nasional pada tahun 2022, dan diharapkan dapat mempertahankan posisi tersebut pada tahun-tahun berikutnya.

“Kita berharap Provinsi Banten tetap bertahan di delapan besar provinsi penghasil beras nasional. Untuk itu, kerja keras dari kelompok tani, gapoktan, dan masyarakat petani sangat dibutuhkan,” katanya.

Saeful juga mengimbau agar para petani segera melakukan percepatan tanam setelah memasuki masa panen raya, dengan memanfaatkan benih unggul yang memiliki masa panen antara 95–110 hari setelah tanam.

Selain pompanisasi, Pemprov Banten juga melaksanakan kegiatan pengembangan lahan non-rawa dalam format optimasi lahan seluas 8.000 hektare pada tahun 2025.

Adapun langkah nyata penanganan kekeringan di lahan beririgasi dilakukan melalui empat strategi utama, yaitu, pengawalan ketat sistem gilir giring irigasi dari waduk. Pemanfaatan sumber air yang masih tersedia melalui pompanisasi. Pemanfaatan irigasi air tanah dangkal. Koordinasi intensif dengan instansi teknis dan petani.

Dengan berbagai program strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Banten optimistis dapat menjaga stabilitas produksi pangan dan mendorong kemandirian pangan yang berkelanjutan di tingkat daerah maupun nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....