Sektor Pertanian Pandeglang Bersiap Hadapi Dampak Kekeringan

  • 29 Jul 2025 15:14 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, mengaku telah menyiapkan berbagai strategi adaptasi dan mitigasi untuk melindungi sektor pertanian dari dampak iklim ekstrem. Terutama disebagian besar wilayah di selatan Kabupaten Pandeglang, Banten, yang rawan dilanda kekeringan.

Pengawas Organisme Pengganggu Tumbuhan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Asep Mahpudin mengatakan, mitigasi yang dilakukan saat memasuki musim kemarau kali ini, dengan memaksimalkan program pompanisasi dan irigasi perpompaan di daerah-daerah yang rawan kekeringan.

"Tanaman padi memang tanaman air, tapi tidak selalu membutuhkan air dalam jumlah besar. Yang penting adalah pengaturan curah hujan dan distribusi air," ujar Asep, Selasa (29/7/2025).

DPKP juga telah mengusulkan normalisasi dua sungai, yaitu Kalikadak dan Waduk Cilatak, kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk menjamin keberlangsungan irigasi di kawasan sentra pertanian.

Selain itu, adaptasi varietas tanaman tahan iklim juga menjadi perhatian. DPKP Pandeglang memperkenalkan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan, salah satunya adalah varietas biosalin dan mikongga. Varietas ini mampu bertahan pada kadar salinitas tinggi hingga 14 persen dan tahan terhadap cuaca kering serta tetap menghasilkan panen yang cukup baik.

"Varietas biosalin yang kami uji di Carita dan Panimbang dapat bertahan hingga kadar garam 14 persen, dengan hasil panen rata-rata mencapai 5 ton per hektare. Ini jadi alternatif," ucapnya.

Menurut Asep produktivitas panen pada masa panen bisa mencapai 6-8 ton per hektare, tapi saat kemarau produktivitas tersebut bisa turun menjadi 5-6 ton per hektare. Bahkan menurutnya saat kemarau seperti di tahun lalu kekeringan sempat merusak lahan seluas 1.621 hektare di Pandeglang.

“Kami berharap upaya pengenalan varietas padi baru dan pemanfaatan irigasi perpompaan, dampak kekeringan tahun ini dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar dia. (Ridwan Maulana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....