Bulog Akui Kekurangan Gudang di Musim Panen Raya
- 05 Jun 2025 22:53 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Perum Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang mencetak rekor penyerapan gabah terbesar sepanjang sejarah, namun keberhasilan ini diikuti tantangan serius dengan keterbatasan kapasitas gudang. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Perum Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang Agung Trisakti.
Agung menjelaskan dari kapasitas gudang yang hanya 7.000 ton, Bulog kini harus menyimpan lebih dari 21.000 ton beras hasil serapan. Untuk mengatasi hal ini, Bulog menggandeng mitra guna menyediakan fasilitas pergudangan tambahan. Penyerapan gabah sendiri terus berjalan tanpa henti untuk menyerap hasil panen petani lokal.
Kendala lain yang dihadapi adalah kurangnya informasi di kalangan petani terkait tata cara menjual gabah ke Bulog. Beberapa petani belum mengetahui alur penjualan sehingga kualitas gabah yang masuk terkadang tidak sesuai standar. Untuk itu, Bulog mendorong sosialisasi masif bersama Babinsa dan TPL di lapangan.
Lebih lanjut Agung menekankan pentingnya menjaga kualitas gabah demi memastikan kualitas beras yang akan disalurkan ke masyarakat tetap terjaga. Program ini tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi jembatan ekonomi bagi petani lokal. “Gudang kami sudah tiga kali lipat dari kapasitas normal. Tapi kami terus berusaha karena ini bagian dari tanggung jawab Bulog untuk menjaga kedaulatan pangan,” ujar Agung, Kamis (5/6/2025).
Dengan stok melimpah dan tantangan logistik yang sedang dihadapi, Bulog berharap ada dukungan tambahan dari pemerintah pusat terutama terkait penyediaan infrastruktur penyimpanan yang memadai di masa mendatang. (Nurlela)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....