Frekuensi Pemotongan Sapi Menurun Akibat Daya Beli Lemah
- 20 Nov 2024 14:17 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Penurunan daya beli masyarakat beberapa bulan terakhir, berdampak signifikan pada operasional Rumah Potong Hewan (RPH) Rangkasbitung. Dalam berapa bulan terakhir, pemotongan daging hanya dilakukan sekali dalam dua hari, tidak seperti biasanya yang dapat mencapai satu ekor sapi per hari. Penurunan permintaan ini berpengaruh terhadap jumlah daging yang didistribusikan ke pasaran.
Kepala UPTD RPH Rangkasbitung, Eli Suhaeli menyebut bahwa dalam sebulan terakhir rata-rata pendistribusian daging dari RPH mencapai tiga ton, atau sekitar 100 kilogram per hari. Menurutnya, kondisi ini menyebabkan jumlah pemotongan hewan juga menurun.
Penurunan frekuensi pemotongan tidak hanya memengaruhi operasi harian RPH, tetapi juga berdampak pada pendapatan yang dihasilkan. Dengan menurunnya jumlah hewan yang dipotong, otomatis pendapatan dari penjualan daging ikut tergerus. Selain itu, pengurangan aktivitas pemotongan hewan juga berpotensi mempengaruhi rantai distribusi daging hingga ke konsumen akhir di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya.
"Saat ini, permintaan memang belum maksimal, mungkin karena faktor daya beli masyarakat yang menurun," katanya.
Eli juga menyampaikan dampak dari penurunan permintaan daging ini juga menjadi perhatian bagi para pedagang dan distributor di pasar tradisional. Mereka berharap adanya perbaikan daya beli masyarakat di bulan-bulan mendatang, sehingga permintaan daging dapat kembali normal dan aktivitas RPH Rangkasbitung dapat berjalan seperti sediakala. Ia juga menekankan meskipun permintaan turun, RPH Rangkasbitung tetap berkomitmen untuk menyediakan daging yang berkualitas bagi konsumen setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....