Kemendes PDT Dorong Mahasiswa Untirta Kembangkan Potensi Desa

  • 17 Nov 2024 10:39 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melakukan penandatangan kesepahaman bersama tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa dan Daerah Tertinggal. Penandatanganan kesepahaman bersama ini ditandatangani langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto dengan Rektor Untirta Fatah Sulaiman, Minggu (17/11/2024).

Menteri Yandri disela kegiatan mengungkapkan, kerja sama dengan Untirta untuk memaksimalkan mahasiswa dalam mengembangkan potensi Desa. Dalam kerjasama ini untuk mendorong mahasiswa sebagai penggerak Desa.

"Desa-desa di Indonesia ini jumlah penduduknya hampir 73 persen ada di Desa. Jangan sampai Jepang atau Korea itu menimpa Indonesia ke depan," kata Yandri disela kegiatan.

Secara teknis, kata dia kerja sama ini akan diberlakukan kepada mahasiswa Untirta sebelum lulus maupun setelah mereka lulus dari Untirta.

"Jadi implementasi setelah lulus atau kemudian ketika mereka di semester akhir, bisa dua-duanya. Jadi ini kan ada program KKN, bisa pak rektor menempatkan di Desa-desa unggulan atau Desa-desa yang punya potensi. Pemberlakuannya saat KKN atau setelah mereka tamat juga bisa," ucapnya.

Yandri menyebut untuk menarik para mahasiswa pikaknya akan memberikan reward atau fasilitasi saat ditempatkan di Desa-desa yang dianggap memiliki potensi. Selain itu dapat juga mereka disambungkan dengan pihak perusahaan di wilayah terdekat.

"Kami bisa menyambungkan dengan pihak ketiga mungkin melalui CSR atau para pemodal atau kan ada bentuk pinjaman-pinjaman dari pemerintah. Jadi jangan takut modal-modal itu ada, tinggal kita mau apa enggak. Nah tapi yang paling penting memang skill dan komitmen untuk turun ke Desa itu harus dipertebal," ujarnya.

Sedangkan, lanjut Yandri Banten ini memiliki potensi yang cukup beragam, mulai dari pertanian, perikanan, wisata dan lainnya. Karena masing-masing wilayah punya keunggulan dan keunikan berbeda.

"Gaji atau pendapatannya yang saya sudah pantau di beberapa Desa itu seperti Direktur Bumdes itu ada yang Rp10-15 juta bisa dapat perbulannya. Artinya kalau mahasiswa jurusan apapun justru di Desa itu insya Allah bisa menampung semua jenis sarjana, karena Desa itu posisinya sangat luar biasa," ucap Yandri.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....