Bank Sampah MATA Sulap Plastik jadi Sofa Bernilai Ekonomi
- 05 Jul 2026 06:08 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Berawal dari kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Amaliyah Sholihah mendirikan Bank Sampah MATA di Kampung Masigit, Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang. Saat ditemui di kediamannya, Sabtu 4 Juli 2026, Amaliyah menjelaskan bank sampah tersebut mengelola limbah anorganik menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Salah satu produk unggulannya ialah sofa ecobrick berbahan dasar botol plastik berisi sampah plastik padat. Upaya tersebut sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.
Bank Sampah MATA mulai dikelola sejak 2023 dan terus berkembang hingga kini. Pada awalnya, sampah hanya dikumpulkan dari warga Kampung Masigit.
Seiring waktu, warga dari wilayah sekitar juga ikut menyetorkan sampah yang telah dipilah. Sampah tersebut kemudian didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai jual.
"Pada awalnya kami hanya mengumpulkan sampah dari warga Kampung Masigit. Sekarang warga dari sekitar juga ikut menyetorkan sampah untuk didaur ulang menjadi ecobrick dan sofa. Kami juga memberdayakan masyarakat agar bisa memperoleh tambahan penghasilan dari pengelolaan sampah. Harapannya lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat ikut merasakan manfaat ekonominya," kata Pendiri Bank Sampah MATA, Amaliyah Sholihah.
Proses pembuatan sofa ecobrick diawali dengan membersihkan botol plastik bekas. Sampah plastik kemudian dipotong kecil-kecil dan dipadatkan ke dalam botol hingga menjadi ecobrick. Botol-botol tersebut disusun menjadi rangka sofa sebelum dilapisi triplek, busa, dan kulit sintetis.
Seluruh proses akhir dikerjakan oleh Amaliyah bersama karyawannya. Selain membuat sofa, Bank Sampah MATA juga membeli ecobrick yang dibuat masyarakat. Ecobrick dihargai Rp5.000 per kilogram, sedangkan botol plastik, kardus, dan gelas plastik yang telah dipilah dibeli Rp2.000 per kilogram.
Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam mengelola sampah. Pengelolaan sampah juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat sekitar.
Saat ini Bank Sampah MATA mampu memproduksi sekitar 10 unit sofa ecobrick setiap bulan. Sofa berdiameter 40 hingga 50 sentimeter dijual dengan harga Rp250 ribu sampai Rp500 ribu per unit. Pemasaran dilakukan melalui pameran, media sosial, dan penjualan secara daring.
Produknya bahkan telah dipasarkan ke Jakarta, Bandung, Blora, Probolinggo, hingga Anyer. Tidak hanya mengolah sampah plastik, Bank Sampah MATA juga memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Produk tersebut menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus memperluas pemanfaatan limbah rumah tangga. Bank Sampah MATA juga rutin menerima kunjungan pelajar untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah. Melalui kegiatan tersebut,
Amaliyah berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu menciptakan peluang usaha dari hasil daur ulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....