Museum Sepeda Banten Jadi Destinasi Edukasi Bernilai Sejarah dan Inspirasi

  • 21 Jun 2026 09:44 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri Re-launching Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia di Jalan Pemuda, Karundang, Kota Serang, Sabtu 20 Juni 2026. Kehadiran museum tersebut diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi yang memperkaya pilihan objek wisata di Provinsi Banten.

Selain menjadi tempat rekreasi, museum juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Banten mendukung pengembangan museum sebagai bagian dari sektor pariwisata.

Menurut Dimyati, museum memiliki nilai sejarah dan edukasi yang penting untuk dikenalkan kepada masyarakat luas. Keberadaan museum dinilai dapat melengkapi potensi wisata alam, religi, dan kuliner yang telah berkembang di Banten.

Museum juga menjadi ruang untuk memperluas wawasan masyarakat, khususnya generasi muda. Pengembangan museum diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya.

“Mudah-mudahan museum ini bisa memberikan cakrawala dan apalagi hidup itu seperti roda sepeda, life is like riding bicycle, to keep balance you have to moving, jadi tetap harus bergerak dan harus hidup dan hidup seperti roda kehidupan,” ujar Dimyati.

Ia menilai filosofi sepeda mengajarkan pentingnya terus bergerak untuk menjaga keseimbangan hidup. Pesan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Museum ini juga menjadi simbol semangat pantang menyerah. Kepala Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia, Wulida Putra, mengatakan pembukaan kembali museum dilakukan untuk memperkenalkan museum sebagai destinasi wisata edukasi.

Museum menampilkan dokumentasi perjalanan Fauna Sukma Prayoga mengelilingi dunia menggunakan sepeda. Koleksi tersebut diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada generasi muda.

Museum juga menjadi tempat mengenang perjalanan bersejarah tersebut. Fauna Sukma Prayoga memulai perjalanan keliling dunia pada 14 Agustus 1985 dari Kwartir Cabang Serang. Perjalanan dilanjutkan menuju sejumlah negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia.

Ekspedisi tersebut berlangsung selama enam tahun hingga 1991. Perjalanan panjang itu menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah kepramukaan Indonesia.

Setelah menyelesaikan perjalanan, Fauna kembali ke Indonesia dengan membawa berbagai pengalaman dan inspirasi. Pengalaman tersebut kemudian diwujudkan melalui pendirian Museum Sepeda di Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Museum menjadi tempat penyimpanan dokumentasi perjalanan sekaligus media edukasi bagi masyarakat. Keberadaannya diharapkan terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Pemerintah Provinsi Banten mengapresiasi keberadaan Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia sebagai aset edukasi dan pariwisata. Kolaborasi pemerintah dan pengelola museum diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.

Museum juga diharapkan menjadi ruang belajar yang menarik bagi pelajar dan masyarakat umum. Dengan demikian, museum dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian sejarah di Banten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....