Banten Jajaki Kerja Sama Investasi dengan Malaysia

  • 08 Apr 2026 17:18 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Malaysia ke-9, Ismail Sabri Yaakob, di ruang rapat Wakil Gubernur, KP3B, Rabu 8 April 2026. Kunjungan tersebut membahas peluang kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam berbagai sektor strategis. Fokus utama diarahkan pada penguatan hubungan business-to-business (B2B) dan government-to-government (G2G).

Dalam kesempatan itu, Wagub Banten menyampaikan kerja sama dapat dikembangkan melalui konsep sister city maupun sister province. Ia menilai adanya kesamaan budaya dan latar belakang sebagai bangsa serumpun menjadi modal kuat untuk membangun kolaborasi.

Selain itu, hubungan historis antara Indonesia dan Malaysia juga dinilai semakin mempererat peluang kerja sama. "Banten investasi di Indonesia aman, saya jamin di Banten. Investasi terbesar sekarang itu Malaysia, jadi kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Wagub juga menyambut baik kunjungan mantan Perdana Menteri Malaysia tersebut ke Provinsi Banten. Ia menyebut kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pihak luar. Pemerintah Provinsi Banten, lanjutnya, siap membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi dan kemitraan strategis.

Berbagai sektor yang berpotensi dikerjasamakan turut dipaparkan dalam pertemuan tersebut. Mulai dari industri, pertambangan, perikanan, hingga sektor pendidikan dan pariwisata. Kepala dinas terkait juga turut memberikan pemaparan mengenai peluang investasi yang ada di Banten.

Menurut Wagub, Banten merupakan daerah yang aman dan kondusif bagi investor asing. Ia bahkan menegaskan bahwa saat ini investasi terbesar di Banten berasal dari Malaysia. Hal tersebut menjadi bukti kuat kepercayaan investor terhadap iklim usaha di wilayah tersebut.

Selain sektor industri, kerja sama di bidang pendidikan juga menjadi perhatian penting. Wagub berharap adanya kolaborasi antar universitas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program pelatihan dan sertifikasi bagi calon pekerja migran Indonesia juga diusulkan agar lebih siap bekerja di luar negeri.

Ia menilai, kerja sama pendidikan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Dengan bekal pendidikan dan keterampilan yang memadai, para pekerja diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Hal ini juga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di tingkat daerah. Pemerintah Provinsi Banten optimistis kerja sama ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....