Pemkab Serang Percepat Perbaikan Sanitasi, BABS Diklaim Menurun
- 06 Apr 2026 20:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kabupaten Serang terus memperkuat upaya peningkatan sanitasi masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini seiring dengan menurunnya praktik buang air besar sembarangan (BABS) di sejumlah wilayah. Perubahan tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Program ini juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan di sektor kesehatan.
Penurunan praktik BABS terungkap dalam rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit serta Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Kegiatan tersebut digelar di Aston Anyer Beach Hotel, Senin, 6 April 2026. Forum ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Fokus utama pembahasan adalah percepatan peningkatan kualitas sanitasi masyarakat.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan pentingnya intervensi berkelanjutan kepada masyarakat. Menurutnya, masih terdapat puluhan desa yang belum sepenuhnya meninggalkan kebiasaan BABS. Pemerintah daerah akan terus mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya ini dilakukan melalui edukasi dan pendekatan langsung ke masyarakat.
“Masih ada puluhan desa yang belum bebas dari BABS, sehingga kami akan terus melakukan intervensi agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah pembangunan fasilitas sanitasi. Sarana mandi, cuci, kakus (MCK) akan disediakan bagi warga yang belum memiliki akses. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, fasilitas tersebut juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
Namun demikian, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, Pemkab Serang berupaya menggandeng pihak swasta melalui program CSR. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mempercepat pembangunan fasilitas sanitasi. Dengan kerja sama tersebut, target peningkatan sanitasi dapat tercapai lebih optimal.
Saat ini, baru sekitar setengah dari jumlah kecamatan di Kabupaten Serang yang dinyatakan bebas BABS. Pemerintah daerah menargetkan seluruh wilayah dapat mencapai kondisi tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Percepatan program akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Semua pihak diharapkan terlibat aktif dalam mendukung upaya ini.
Peran masyarakat dinilai sangat penting dalam perubahan perilaku sanitasi. Kepala desa, RT, dan RW diminta aktif melakukan sosialisasi kepada warga. Edukasi mengenai dampak buruk BABS perlu terus disampaikan secara masif. Dengan demikian, kesadaran masyarakat akan semakin meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Efrizal, menyampaikan adanya peningkatan signifikan dalam penerapan PHBS. Dalam dua tahun terakhir, jumlah masyarakat yang tidak lagi melakukan BABS terus bertambah. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat ke arah yang lebih sehat. Meski begitu, masih diperlukan dukungan fasilitas yang memadai.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis target bebas BABS dapat tercapai. Peningkatan sanitasi diharapkan mampu menekan risiko penyakit di masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga. Ke depan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan terus diperkuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....