Wagub Banten Apresiasi Bedah Buku Baduy
- 12 Feb 2026 19:06 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri kegiatan bedah buku berjudul Baduy: Masyarakat 1001 Tabu di Aula Horison TC UPI Serang, Kota Serang, Kamis 12 Februari 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi sebagai pembedah buku.
Dalam kesempatan itu,
Dimyati menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya forum ilmiah yang dinilainya berkualitas. Ia menilai buku tersebut memiliki kekuatan dari sisi penulisan, kelengkapan referensi, hingga kajian empirik yang mendalam.
Menurutnya, kehadiran para profesor dan akademisi dalam bedah buku menjadi nilai tambah tersendiri. Diskusi ilmiah dinilai penting untuk memperkaya perspektif serta memastikan objektivitas isi buku.
“Baduy ini hanya ada di Banten, di dunia ini hanya ada di Banten. Kita juga harus banyak belajar dari masyarakat Baduy,” ujarnya.
Ia menilai buku tersebut dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa dan kalangan akademisi yang tengah menyusun karya ilmiah seperti skripsi, tesis, maupun disertasi. Selain itu, buku ini juga menjadi bagian dari dokumentasi literasi tentang masyarakat adat Baduy.
Dimyati berharap karya tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris agar dikenal lebih luas oleh masyarakat internasional. Upaya itu dinilai dapat mendorong pemahaman global sekaligus mendukung sektor pariwisata Banten.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI, Rudi Susilana, menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen UPI untuk membumikan kampus di tengah masyarakat. UPI disebut tidak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam meningkatkan literasi.
Ia menyambut baik gagasan penerjemahan buku ke bahasa Inggris dan menyatakan kesiapan pihak kampus untuk memfasilitasi proses tersebut. Dengan dukungan tim editor yang kompeten, rencana itu dinilai memungkinkan untuk direalisasikan.
Sementara itu, penulis buku Uday Suhada menjelaskan bahwa bedah buku menghadirkan para pakar guna menguji kualitas dan objektivitas karyanya. Ia ingin memastikan kajian yang ditulisnya dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan budaya literasi di Banten semakin berkembang. Perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi agar narasi kedaerahan seperti Baduy tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga memberi manfaat luas bagi daerah, bangsa, dan negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....