Museum Digital Dorong Masyarakat Kenali Warisan Budaya Nusantara

  • 28 Jul 2026 15:25 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Museum di Indonesia terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi melalui pengembangan konsep museum digital. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Rohendi, saat pembukaan Pameran Nasional Pusaka Nusantara Tahun 2026 di Museum Negeri Banten, Gedung Banten Islamic Center (BIC), Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin 27 Juli 2026. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke museum. Transformasi digital juga diharapkan memperluas akses edukasi budaya.

Rohendi mengatakan sejumlah museum di Indonesia mulai menerapkan konsep digital dalam penyajian koleksinya. Salah satunya adalah Museum Multatuli di Kabupaten Lebak yang telah mengembangkan layanan berbasis digital. Inovasi itu memberikan pengalaman baru bagi pengunjung dalam mempelajari sejarah. Museum pun diharapkan semakin menarik bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Rohendi menjelaskan perkembangan museum digital di Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan museum kepada masyarakat.

Namun, nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam koleksi tetap menjadi hal utama. "Museum di Indonesia sekarang sedang tren museum digital. Provinsi Banten sudah memiliki salah satunya, yaitu Museum Multatuli di Kabupaten Lebak," ujarnya.

Ia menjelaskan Museum Multatuli menyimpan berbagai informasi mengenai sosok Eduard Douwes Dekker atau Multatuli. Tokoh tersebut dikenal melalui karya Max Havelaar yang memiliki keterkaitan dengan Banten. Kehadiran museum itu menjadi salah satu sarana mengenalkan sejarah kepada masyarakat. Selain itu, museum juga mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam pengembangannya.

Rohendi menilai pemanfaatan teknologi tidak mengurangi fungsi museum sebagai tempat pelestarian budaya. Sebaliknya, inovasi digital dapat mempermudah masyarakat mengakses informasi mengenai koleksi yang dimiliki museum. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung. Edukasi budaya pun dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

Menurut Rohendi, pengembangan museum digital sejalan dengan upaya memperkuat pelestarian warisan budaya Indonesia. Berbagai inovasi diperlukan agar museum mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai sejarah. Kolaborasi pemerintah, pengelola museum, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkannya. Dengan demikian, museum tetap relevan sebagai pusat edukasi budaya.

Pameran Nasional Pusaka Nusantara Tahun 2026 menjadi salah satu wadah memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya. Pemerintah Provinsi Banten berharap inovasi museum digital terus berkembang di berbagai daerah. Upaya itu diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....