Lestarikan Tradisi, Sedekah Air Jemaah Haji di Pandeglang Masih Terjaga
- 04 Jun 2026 14:45 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Keadilan sosial dan keharmonisan hidup bermasyarakat di tanah Banten tercermin kuat lewat kelestarian tradisi penyediaan air minum gratis di depan rumah warga jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang. Kebiasaan kultural yang masif dijumpai saat musim keberangkatan haji ini menjadi media penularan nilai kebaikan antarsesama manusia.
Budayawan Banten, Rohendi, memaparkan tradisi menyediakan air minum bagi pelintas merupakan bentuk nyata pengamalan filosofi hidup silih asah, silih asih, silih asuh. Menurutnya akar budaya ini berasal dari kebiasaan asli masyarakat suku Sunda sebagai penduduk pribumi wilayah setempat.
"Tradisi ini sangat positif, menunjukkan silih asah, silih asih, silih asuh. Dalam Islam ada sedekah, harus saling membantu dan menyayangi," ujar Rohendi, Kamis 4 Juni 2026.
Kehadiran sajian cuma-cuma di pinggir jalan ini dipandang sebagai simbol keterbukaan dan kerelaan dalam membantu meringankan beban sesama. Praktik berbagi konsumsi harian ini dinilainya selaras dengan anjuran bersedekah dan tolong-menolong dalam tatanan nilai keagamaan.
Masyarakat mempercayai tetesan air yang diminum oleh para pejalan kaki akan dibalas dengan limpahan berkah keselamatan. Doa-doa tulus yang lahir dari para pelintas jalan dipercaya mengalirkan kesejukan bagi jemaah di Arab Saudi.
"Masyarakat menyediakan tempat minum di koridor, bahkan di pinggir jalan raya dengan harapan jika banyak orang minum akan mendinginkan yang haji," katanya.
Rohendi menjelaskan, Suku Sunda di wilayah Banten secara historis menempatkan area tepas atau teras bambu bagian depan rumah sebagai ruang sosial. Pada area tersebut, pemilik rumah secara adat wajib menyediakan air minum maupun makanan bagi siapa saja yang lewat.
Sinkretisme budaya lokal dengan ajaran Islam dinilainya membuat kebiasaan positif ini tidak pernah luntur diterjang zaman. Menurutnya para ulama dan kiai terdahulu sengaja merawat tradisi ini agar agama tidak merusak tatanan kebaikan yang sudah ada. Langkah akulturasi tersebut membuat ekspresi keimanan tumbuh subur dalam balutan kearifan lokal daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....