Seribu Lebih Warga Baduy Tiba di Rangkas, Laksanakan Tradisi Seba Tahunan
- 24 Apr 2026 19:55 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Sebanyak 1.552 warga Baduy tiba di Rangkasbitung untuk melaksanakan tradisi tahunan Seba Baduy, Jumat 24 April 2026. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak. Rombongan terdiri dari 1.515 warga Baduy Luar dan 37 warga Baduy Dalam.
Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari pelestarian adat dan budaya masyarakat Baduy yang telah berlangsung turun-temurun.
Sebelum tiba di Rangkasbitung, masyarakat Baduy terlebih dahulu berkumpul di Kecamatan Leuwidamar. Lokasi tersebut menjadi titik awal perjalanan mereka menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lebak.
Prosesi perjalanan diawali dengan serah terima rombongan dari Camat Leuwidamar, Agus Nugraha, kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Mohamad Holis. Serah terima dilakukan di Jembatan Keong dengan suasana khidmat.
Setelah prosesi tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gedung Negara. Mereka berjalan bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga tradisi leluhur.
Dalam prosesi penyerahan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak menyampaikan sambutan menggunakan bahasa Sunda. Ia menjelaskan jumlah rombongan serta maksud kedatangan warga Baduy. “Danget ieu urang kadatangan dulur-dulur ti Kanekes anu jumlahna 1.552 urang, diantarana 1.515 Baduy luar sareng 37 Baduy dalam, seja ngalaksanakeun pamaksudanna seba ka bapak gede. Ku kituna nyuhunkeun ditampi,” ujar Yosep Mohamad Holis.
Tradisi Seba Baduy sendiri merupakan ritual tahunan yang memiliki makna mendalam. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan masyarakat Baduy kepada pemerintah sebagai simbol hubungan harmonis antara adat dan negara. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyampaikan rasa bahagianya atas kedatangan masyarakat Baduy.
Ia menilai kehadiran mereka sebagai momen penting dalam menjaga kearifan lokal.
“Sadayana kami bahagia dulur-dulur anu ti Baduy tos dongkap dalam keadaaan anu sarehat teu kirang satu apapun,” ujar Amir Hamzah dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh rombongan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan ritual. Hal ini penting agar kondisi fisik tetap terjaga. “Alhamdulillah katingalina sehat walaafiyat, mangga leubeut ka Gedung Negara, istirahat ngareureh supaya engke peuting ngalaksanakeun Seba dina kaayaan seger deui,” katanya.
Tradisi Seba Baduy tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarat dengan nilai filosofis. Masyarakat Baduy membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan. Selain itu, tradisi ini juga menjadi media komunikasi antara masyarakat adat dengan pemerintah daerah. Dalam momen ini, pesan-pesan adat biasanya disampaikan secara langsung.
Pemerintah Kabupaten Lebak pun terus berkomitmen untuk menjaga dan mendukung keberlangsungan tradisi Seba Baduy. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi dan pelestarian budaya. Dengan terselenggaranya Seba Baduy tahun ini, diharapkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap terjaga. Tradisi ini juga menjadi daya tarik budaya yang memperkaya identitas Kabupaten Lebak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....