Masyarakat Baduy Gelar Seba Leutik

  • 24 Apr 2026 12:27 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, bersiap melaksanakan tradisi tahunan Seba Baduy yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang merupakan Seba Gede, pelaksanaan kali ini dikategorikan sebagai Seba Leutik atau Seba Kecil.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Muhammad Kholis menjelaskan, meski jumlah peserta tidak sebanyak Seba Gede, diperkirakan sekitar 1.500 warga Baduy akan turun gunung untuk menemui pimpinan daerah atau yang mereka sebut sebagai "Bapak Gede". "Pemerintah daerah telah melakukan berbagai koordinasi untuk memastikan jalur perjalanan dan lokasi penyambutan siap menerima kedatangan warga adat", ujar Yosep dalam dialog Obrolan Budaya RRI Net, Kamis, 23 April 2026.

Seba Baduy bukan sekadar ritual seremonial, melainkan ruang diplomasi budaya yang sangat vital. Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, mengungkapkan bahwa Seba adalah amanat leluhur untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan hasil bumi seperti beras, pisang, dan laksa sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan panen. "Melalui momen ini, masyarakat Baduy juga menyampaikan laporan mengenai kondisi keamanan serta populasi di wilayah mereka kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten", ujar Oom.

Selain ritual sakral, Pemerintah Kabupaten Lebak juga mengemas kegiatan pendukung untuk mempromosikan pariwisata tanpa mengganggu esensi adat. Program seperti pameran UMKM dan pertunjukan wayang golek turut disiapkan, mengingat wayang golek merupakan permintaan langsung dari lembaga adat sebagai sarana hiburan yang memiliki kedekatan budaya.

Melalui Seba Leutik ini, diharapkan hubungan antara masyarakat adat, alam, dan pemerintah tetap harmonis. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian budaya Baduy sebagai aset nasional, sembari memastikan bahwa pesan-pesan pelestarian lingkungan atau filosofi "Leuweung Hejo, Rakyat Ngejo" yang dibawa masyarakat Baduy tetap terdengar oleh masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....