Sanggar Upacara Adat Kecamatan Cihara Konsisten Lestarikan Budaya Lokal

  • 13 Apr 2026 22:17 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Sanggar Seni Upacara Adat di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, terus menunjukkan eksistensinya dalam melestarikan budaya lokal. Sanggar ini bermula dari kegiatan sederhana di lingkungan sekolah yang mencakup aktivitas mendandani siswa saat kenaikan kelas, lalu perlahan berkembang menjadi layanan upacara adat di berbagai hajatan masyarakat. Perjalanan itu terjadi tanpa perencanaan besar, melainkan mengalir mengikuti kebutuhan masyarakat sekitar yang masih kental dengan tradisi.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Sanggar Seni Upacara Adat PGRI Kecamatan Cihara, Eman Suherman, dalam program Ngobrol Komunitas, Senin, 13 April 2026.

Eman menjelaskan dirinya mempelajari seni upacara adat secara otodidak tanpa bimbingan khusus. Ia mengandalkan pengalaman pribadi, masukan dari lingkungan, serta referensi dari media sosial untuk terus mengembangkan kemampuan.

“Saya berjalan secara otodidak tanpa guru, tetapi terus belajar dari berbagai sumber,” ujarnya. Proses belajar tersebut dilakukan secara bertahap, seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap peran upacara adat dalam berbagai acara.

Seiring waktu, masyarakat mulai membutuhkan peran sanggar dalam acara pernikahan. Upacara penyambutan pengantin menjadi kegiatan yang paling sering dilakukan oleh sanggar ini. Selain itu, peran sanggar juga mencakup rangkaian prosesi lain seperti sawer hingga pengiring acara adat.

Dari sinilah sanggar mulai dikenal luas, tidak hanya di lingkungan sekitar tetapi juga hingga ke luar kecamatan. Meski demikian, Eman mengakui masih banyak keterbatasan yang dimiliki. Mulai dari perlengkapan yang belum memadai hingga pemahaman yang belum sepenuhnya dikuasai.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang terus berjalan. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal.

Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan. Ia terus berupaya menjalankan peran tersebut melalui setiap kesempatan yang ada di tengah masyarakat. “Kalau saya berhenti, berarti budaya ini bisa ikut berhenti,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi dorongan kuat bagi dirinya untuk tetap konsisten di bidang yang digeluti. Kini, sanggar tersebut terus berkembang dengan melibatkan anggota dari kalangan pelajar.

Keterlibatan generasi muda menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan budaya. Eman berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....