PLN Targetkan Program Co-Firing Pengganti Batu Bara di 52 PLTU
- 12 Agt 2024 20:10 WIB
- Banten
KBRN, Jakarta: PT. PLN (Persero) terus mengembangkan program pemanfaatan biomassa dalam teknologi co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang diklaim dapat menurunkan emisi karbon.
PLN mengembangkan biomassa sebagai bahan baku substitusi pengganti batu bara untuk PLTU. Ekosistem penyediaan biomassa ini telah dibangun secara end to end berbasis keterlibatan masyarakat.
Baca juga: PLN Kenalkan Program Co-Firing di Festival LIKE 2024
Direktur Transmisi dan Perencanaaan Sistem PLN, Evy Haryadi menyampaikan, pihaknya menargetkan pada tahun 2025, program co-firing bisa dilakukan pada 52 PLTU dengan kebutuhan biomassa mencapai 10 juta ton dan mampu menurunkan emisi sebesar 11 juta ton CO2e per tahun.
Hingga tahun 2023, terdapat 46 PLTU yang telah menjalankan program co-firing dengan total penggunaan biomassa mencapai 1 juta ton dan mampu memproduksi listrik sebesar 1,04 terrawatt hour (TWh). Program ini pun dinilai mampu menurunkan emisi sebesar 1,05 juta ton CO2e sepanjang tahun 2023.
Baca juga: Uji Bakar Co-Firing Bahan Bakar Jumputan Padat Dinyatakan Sesuai SOP
"Untuk itu, kami sangat terbuka dan siap berkolaborasi dengan masyarakat menyiapkan biomassa untuk kebutuhan program co-firing ini," kata Evy dalam siaran pers yang dikutip RRI, Senin (12/8/2024).
Dengan kebutuhan yang ada, PLN menilai program ini akan melibatkan secara aktif 1,25 juta masyarakat dengan nilai ekonomi mencapai Rp9,43 triliun. Adapun jenis biomassa yang telah digunakan PLN diantaranya adalah limbah replanting, tanaman kaliandra merah, gmelina, gamal, indigofera, sekam padi, tandan kosong, hingga limbah agroforestri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....