Harga Kedelai Meroket, Pedagang Tahu dan Tempe di Cilegon Ancam Tak Jualan

  • 03 Nov 2022 20:50 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon: Harga kedelai mengalami kenaikan mencapai 100 persen, dari Rp 7 ribu menjadi Rp 14 ribu per 1 Kilogramnya. Sehingga, kondisi itu membuat produsen Tahu Tempe di Kota Cilegon berencana melakukan mogok jualan.

"Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk protes atas tingginya harga kedelai. Harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe saat ini harganya mengalami kenaikan sampai 100 persen," ujar salah seorang produsen Tahu Tempe, Aji Bangun Ribowo di Sukmajaya, Kamis (3/11/2022).

"Karena harga kedelai yang benar-benar melambung tinggi ya, sekarang sudah mencapai dua kali lipat dari sebelumnya 7 ribu, sudah sampai di angka 14 ribu," katanya.

Dikatakan Aji, para produsen tahu di Kota Cilegon akan mogok produksi selama satu hari. "Mungkin rencananya sampai hari sabtu baru kita mulai produksi. Seluruh Cilegon," ujar Aji.

Aji berharap harga kedelai kembali normal lagi agar Ia bisa kembali menjual tempe sesuai ukuran dan harga seperti sebelumnya. "Harapan sih harga kedelai bisa normal lagi di angka 7 ribu, delapan ribu," ucapnya.

Sementara, pedagang gorengan di Jalan Raya Anyer Kecamatan Citangkil, Herman mengatakan, kenaikan harga tahu dan tempe sudah tiga hari terakhir. "Biasanya 50 ribu dapat 16 bungkus, sekarang mah tidak dapat segitu," ujar Herman.

Melihat kondisi itu, Herman mengaku khawatir tidak mendapatkan pasokan tempe untuk berjualan gorengan. Lantaran ada informasi para pedagang tahu dan tempe yang akan melakukan mogok jualan. "Mahal aja, besok mau demo (mogok jualan) pedagang tempe di Pasar Kranggot," ucap Herman.

Terpisah, Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon Dani Rahmat mengatakan, membenarkan bahwa produsen dan pedagang tahu akan mogok jualan. Pedagang tahu mogok jualan lantaran mahalnya harga kedelai, sementara untuk tempe biasanya ukuranya diperkecil. "Yang mogok jualan pedagang tahu saja, tempe tidak," ujar Dani.

Oleh karena itu, Dani mengaku pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap para pedagang tahu dan tempe yang akan melakukan aksi tersebut.

"Kami akan melakukan pengawasan saja untuk aksi ini, memantau. Pedagang cuma mogok, bukan demo ke kita," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....