DKUPP Pandeglang Soroti Rendahnya Sepinya Retribusi Sektor Sandang

  • 13 Feb 2026 17:18 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar pada Dinas Koperasi UMKM Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Pandeglang, Asep Dede, menyoroti sulitnya penarikan retribusi di sektor sandang pada tiga pasar utama yakni Pasar Pandeglang, Plaza, dan Pasar Badak. Ia menyebut saat ini, sekitar 75 hingga 80 persen pedagang di pasar tersebut bergerak di bidang sandang yang penjualannya terus tergerus persaingan toko daring.

Ia menilai fenomena belanja daring dan kehadiran sentra busana modern di pusat kota membuat pedagang pasar tradisional kesulitan mencukupi kebutuhan harian maupun membayar sewa kios.

"Yang sulit itu jujur di Pasar Pandeglang, Plaza, dan Badak itu hampir 75-80 persen sandang. Mereka kewalahan," katanya, Jumat 13 Februari 2026.

Kondisi ekonomi ini berimbas langsung pada rendahnya setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar. Menurut Asep banyak pedagang sandang yang mengeluhkan sepinya pembeli, sehingga uang untuk kebutuhan pokok dan operasional harian sulit terpenuhi. Berbeda dengan pedagang pelataran yang masih rutin membayar retribusi harian karena mendapatkan pemasukan langsung dari konsumen setiap harinya.

Berdasarkan data DKUPP, tunggakan sewa pedagang pada tahun 2025 menyentuh angka 50 persen dari total potensi yang ada. Ketidakmampuan bayar ini membuat realisasi PAD tahun lalu tertahan di angka Rp1,92 miliar dari target Rp3,51 miliar.

Hal ini memaksa pemerintah daerah menurunkan target PAD pada tahun 2026 menjadi Rp1,99 miliar agar lebih selaras dengan kemampuan bayar pedagang di lapangan. DKUPP terus berupaya untuk membangkitkan kembali gairah pasar melalui rencana program promosi dan pasar murah untuk menggiring pengunjung datang kembali.

Pengawasan terhadap pedagang yang menunggak terus dilakukan melalui surat pemanggilan guna memastikan ketaatan aturan. Transaksi nontunai melalui transfer rekening PAD pun terus disosialisasikan guna mempermudah administrasi dan mencegah kebocoran retribusi.

Asep berharap kesadaran pedagang untuk mentaati retribusi meningkat seiring dengan penyesuaian target yang lebih manusiawi tahun ini. Ia menekankan keberlanjutan pasar tradisional sangat bergantung pada sinergi antara ketaatan pedagang dan upaya pemerintah dalam menata fasilitas.

"Kami berharap ada kesadaran para pedagang untuk sifatnya taat di retribusi karena nilainya tidak seberapa kalau melihat di perda," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....