Royal Diproyeksikan Dongkrak PAD Hadapi Penurunan Anggaran 2026
- 21 Okt 2025 23:49 WIB
- Banten
KBRN, Serang : Kawasan Royal diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru bagi Kota Serang di tengah penurunan dana transfer pada 2026. Pemerintah daerah menilai, penataan kawasan tersebut akan memberi dampak berlapis terhadap perekonomian masyarakat.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang, W. Hari Pamungkas, mengatakan, aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan Royal diharapkan mampu memperkuat pendapatan daerah. “Kalau kawasan Royal sudah tertata, perputaran ekonomi di sana akan meningkat. Secara teori multiplier effect, setiap Rp1 yang dibelanjakan bisa menghasilkan lima kali lipat pendapatan. Harapannya, dampak itu bisa dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun para pedagang di sekitarnya,” ucapnya Selasa (21/10/2025).
Hari mengatakan penguatan pendapatan asli daerah (PAD) tidak hanya ditujukan untuk menutup penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, tetapi juga memastikan program pembangunan dan visi RPJMD Kota Serang tetap berjalan sesuai target.
Untuk itu, Pemkot Serang telah menggelar pembahasan bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) guna menentukan arah kebijakan fiskal tahun 2026. “Untuk persiapan di 2026, Pak Wali Kota dan seluruh pimpinan OPD dikumpulkan untuk membahas target dan potensi daerah. Kita perlu mengantisipasi penurunan dana transfer dari pusat yang diperkirakan berkurang sekitar Rp186 miliar,” katanya.
Hari menjelaskan, salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sumber pendapatan daerah, mulai dari pajak, retribusi, hingga pendapatan lain-lain.
Selain optimalisasi sumber yang sudah ada, Bapenda bersama perangkat daerah terkait juga tengah mengidentifikasi potensi baru yang dapat memberikan kontribusi tambahan bagi kas daerah. Pendampingan hukum dilakukan agar setiap langkah penggalian potensi berjalan sesuai ketentuan dan transparan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....