Pesona Talas Beneng Kian Berkilau di Pasar Internasional
- 23 Feb 2023 22:46 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, Talas Beneng merupakan varietas lokal dari Pandeglang dan telah terdaftar pada pusat PPVTPP pada tahun 2017. Tahun 2020 Talas Beneng mendapatkan SK Mentan tentang pelepasan sebagai varietas talas unggul dengan potensi produksi tinggi yakni sekira 30 ton per hektare.
“Dengan masa panen 8 sampai dengan 12 bulan. Dengan kadar pati 79,67 persen, kadar protein 6,29 persen, kadar lemak 1,04 persen, dan rasa umbi kukusnya tidak pahit dan tawar,” ujar Irna acara Bertani On Cloud (BOC) Vol. 217 dengan tema “Pengembangan Varietas Lokal Terdaftar: Talas Beneng Asal Pandeglang Menembus Pasar Internasional.” di Saung Saba Juhut, Pandeglang, Kamis, (23/2/2023).
Baca juga:
Ekspor-Impor Banten Bulan September 2022 Merosot
Bupati menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor baik umbi dan daun talas, tahun 2022 dilakukan pengembangan Talas Beneng seluas 760 hektare yang terbesar di 22 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
“Sementara pada tahun 2023, permintaan ekspor daun talas kering untuk produksi tembakau low nicotine (rendah nikotin) berasal dari negara Turki sebanyak 3,3 ton, dan permintaan dari negara Australia sebanyak 3-5 ton,” ucap Irna.
“Permintaan Australia untuk bulan Februari seharusnya 20 ton tapi belum bisa terpenuhi karena masih kurangnya bahan baku, sehingga cuma bisa terpenuhi sekitar 3-5 ton saja,” kata bupati.
Baca juga:
BPS: Sensus Pertanian Penting untuk Hadapi Krisis Pangan
Irna menceritakan, mulanya Talas Beneng merupakan tanaman liar. Namun kini menjadi produk lokal dan sukses menembus pasar internasional.
“Ini kesempatan besar buat masyarakat kami untuk dapat mengembangkan sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi. Saya juga apresiasi terhadap para petani, dan kami akan bersama petani sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dunia dan akan merealisasikan," ucapnya.
Baca juga:
Kecamatan Purwakarta Didorong Jadi Agrowisata Berbasis Pertanian
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementan Dedi Nursyamsi menyebut, dalam mengadapi krisis pangan global, kinerja subsektor budidaya penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Selanjutnya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan bahkan meningkatkan ekspor.
“Upaya ini dapat diwujudkan dengan peningkatan efisiensi melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian dan inovasi teknologi yang harus disertai dengan peningkatan kapasitas SDM pertanian,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....