Tingkatkan Ekonomi Kreatif, PPBI Cilegon Gelar Pameran Bonsai
- 06 Des 2022 15:14 WIB
- Banten
KBRN, Cilegon: Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Cilegon, menggelar pameran Bonsai tingkat lokal di lapangan parkir Transmart Kota Cilegon, Selasa (6/12/2022).
Pameran yang direncanakan dibuka selama 10 hari kedepan itu bertujuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Cilegon dari sektor penjualan Bonsai.
Peserta pameran yang sekaligus sebagai anggota DPRD Kota Cilegon, Faturohmi mengatakan, melalui kegiatan pameran bonsai diharapkan dapat mendongkrak perhotelan dan rumah makan untuk membeli Bonsai. Dengan demikian maka ekonomi masyarakat dari budidaya Bonsai tersebut meningkat.
"Melalui kegiatan pameran ini diharapkan bisa menarik minat para pelaku usaha Hotel dan rumah makan yang ada di Cilegon untuk membeli Bonsai. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan PAD Pemkot Cilegon," ucap Faturohmi di sela-sela kegiatan pameran.
Faturohmi menjelaskan banyak keuntungan yang didapatkan dari budidaya Bonsai selain memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Namun juga dapat membuat halaman rumah atau lingkungan menjadi asri.
"Keuntungan banyak, selain mendapat uang. Namun juga bisa mem buat suasana lingkungan atau halaman rumah menjadi asri dan indah dipandang," ujar Faturohmi.
Ketua Litbang PPBI Kota Cilegon, Qiwong menjelaskan, Bonsai merupakan miniatur pohon besar yang ada di alam dengan berbagai bentuk yang disesuaikan dengan fenomena alamnya.
Dikatakan Qiwong, Bonsai tidak ada istilah jadi karena Bonsai merupakan seni hidup yang tidak pernah selesai yang ditandai dengan pohon Bonsai yang masih hidup dan berkembang.
"Bonsai itu tidak ada istilah jadi, karena Bonsai merupakan seni hidup dan tidak pernah mati. Selama Bonsai itu hidup dan berkembang maka itu masih memiliki seni dan bisa memiliki nilai jual," ujar Qiwong.
Qiwong menyampaikan, banyak cara untuk budidaya Bonsai. Bisa melalui biji, cangkok, stek dan ada juga dari alam. Kalau budidaya dari alam cukup mengekspresikan dan dibuat miniatur.
Meski demikian, Qiwong menyampaikan, Bonsai bisa bersifat individual dan bisa juga bersifat universal yang ada hubungannya dengan komersial.
"Caranya banyak, bisa melalui bijian, cangkok dan stek. Tinggal bagaimana kita cara mengekspresikan. Selain itu, Bonsai bisa bersifat individual bisa juga komersial. Kalau individual hanya bersifat kepuasan seni, sedangkan komersial itu bisa dijadikan Bonsai agar memiliki nilai jual yang cukup tinggi," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....