Satu-satunya Pabrik Pengolah Sampah Jadi BBJP Diresmikan di Cilegon

  • 29 Nov 2022 19:26 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon: Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo meresmikan pabrik Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) Plant TPSA Bagendung, Kota Cilegon, Selasa (29/11/2022). Pabrik tersebut akan mengolah sampah sebagai BBJP untuk bahan pendamping batubara bagi PLTU Suralaya, Kota Cilegon.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Walikota Cilegon Helldy Agustian beserta sejumlah pejabat Pemkot Cilegon, pejabat Pemprov Banten, Forkopimda Kota Cilegon, serta Komandan Grup 1 Kopassus.

"Untuk itu masih project percontohan, karena di Banten ada 21 PLTU, di mana potensi untuk bahan bakar berbasis biomassa adalah 2 ribu ton perhari, hari ini masih 30 ton perhari. Ini masih dalam percontohan, kita harap masih bisa ditingkatkan lagi, dalam skalanya Banten dan di tingkat nasional," kata Darmawan saat konferensi pers di lokasi.

Darmawan berharap, melalui pengolahan sampah menjadi BBJP pengganti batu bara diharapkan bisa mengurangi emisi karbondioksida dan juga mengurangi tumpukkan sampah yang dibuang ke TPSA Bagendung.

Dengan demikian, kata Dermawan, sampah yang dikelola di pabrik BBJP itu dapat dilakukan dengan baik. Selain dapat mengurangi pencemaran udara namun juga dapat meminimalisasi tumpukkan sampah dan membantu menjaga iklim agar lebih baik lagi.

"Ini sangat membantu sekali TPSA Bagendung bisa dikelola agar bisa lebih bersih lagi dan bermanfaat untuk ketahanan energi dan juga bermanfaat bagaimana kita bisa mengurangi emisi gas rumah kaca, untuk menyelesaikan global warming," paparnya.

Darmawan menambahkan, meskipun keberadaan pabrik BBJP Plant TPSA Bagendung masih dalam skala kecil diharapkan bisa menjadi proyek percontohan dan juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar untuk mengubah sampah menjadi BBJP.

"Ini adalah bahan bakar berbasis pada kekuatan rakyat, karena disini yang bekerja adalah rakyat di sekitar sini, sehingga menciptakan lapangan kerja," ucap Darmawan.

Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, pengolahan sampah menjadi BBJP murni ide dari Pemkot Cilegon, sesuai Perpres nomor 35 tahun 2018.

"Ini salah satu ide kreatif dari Pemkot Cilegon, sesuai Perpres Nomor 35 tahun 2018. Sebetulnya presiden sudah menunjuk 12 kabupaten dan kota se-Indonesia, dalam rangka mengubah sampah menjadi energi hijau. Peluang ini kami tangkap. Kami bekerjasama dengan PLTU, kami bikin pabrik kecil 1,6 ton per harinya. Setelah PLTU naik ke PLN, yang di-support langsung Dirut," kata Helldy.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....