Mengurai Dinamika dan Dampak Inflasi di Pandeglang

  • 04 Okt 2026 12:14 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Pandeglang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang mencatat lonjakan angka inflasi tahunan atau year on year di Kabupaten Pandeglang yang menyentuh level empat persen pada bulan Oktober 2026 menuntut pencermatan mendalam terhadap stabilitas harga pasar. Fenomena kenaikan indeks harga konsumen tersebut tidak terlepas dari akumulasi faktor musiman, perayaan hari besar, serta tekanan produksi akibat kekeringan lahan pertanian.

Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto menjelaskan, dinamika inflasi tahunan di Pandeglang dipengaruhi oleh pergerakan kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki bobot terbesar. Lonjakan permintaan pasar pada bulan Agustus hingga September lalu disebutnya didorong oleh perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan Hari Kemerdekaan, serta kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bersamaan.

"Kenaikan angka inflasi dipicu oleh lonjakan kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau karena tingkat konsumsi masyarakat sangat tinggi saat perayaan hari besar," ujar Achmad, Sabtu 3 Oktober 2026.

Achmad menyatakan perhitungan tingkat inflasi daerah dilakukan secara berkala setiap pekan dan bulan guna mengukur pergerakan harga pasar. Target standar inflasi nasional ditetapkan berkisar pada angka dua setengah persen dengan toleransi plus minus satu persen untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Walau demian, Ia menegaskan fluktuasi tingkat inflasi daerah sebenarnya memiliki sisi positif dan negatif tersendiri dalam siklus perputaran roda perekonomian wilayah. Keberadaan inflasi dalam batas wajar disebutnya bermanfaat untuk menggerakkan aktivitas ekonomi, namun tingkat yang terlalu tinggi justru merusak daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....