Krisis Air Irigasi Lumpuhkan Pertanian Pagadungan
- 28 Sep 2026 07:15 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Pandeglang - Puluhan hektare lahan pertanian di Kelurahan Pagadungan mengalami kekeringan total akibat ketiadaan suplai air irigasi yang layak, hal itupun diperparah dengan kemarau panjang yang saat ini sudah memasuki bulan ketujuh. Kondisi tersebut memicu kerugian material masif serta kegagalan panen beruntun bagi para petani setempat.
Seorang petani di Kampung Jati, Kelurahan Pagadungan, Supena, menjelaskan bahwa seluas kurang lebih 100 hektare sawah di wilayahnya mengering parah bahkan saat musim hujan tiba. Ketiadaan saluran pengairan dari hulu ini disebutnya membuat aktivitas bercocok tanam lumpuh total sejak beberapa bulan terakhir.
"Iya ini kondisi sawah ini bisa lihat semua ya, kondisinya sangat kering, jadi kalau sudah musim kemarau ya kita bisa lihat sendiri ya, keringnya seperti apa," ujar Supena, Minggu 27 September 2026.
Persoalan distribusi air ini dikonfirmasi langsung oleh tokoh masyarakat setempat, Nana Jumhana, yang membeberkan potensi besar dari empat sumber mata air Karang Tanjung. Air dari sumber tersebut dikatakannya melimpah dan mampu mengalir hingga wilayah luar daerah, namun terputus sebelum mencapai lahan warga lokal.
Nana merinci keempat sumber mata air tersebut mencakup Cilembur, Cisostro, Citaman, dan Cipurut dengan debit aliran yang sangat besar. Namun, ketiadaan pemeliharaan dan kerusakan parah pada saluran membuat air terbuang percuma tanpa arah yang jelas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....