Secangkir Kopi, Sepenggal harapan Jaenuri
- 16 Sep 2026 15:36 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Lebak - Pagi hari, kawasan Pasar Rangkasbitung mulai ramai. Pedagang menawarkan dagangan, angkutan umum berlalu-lalang, dan pembeli datang silih berganti.
Di tengah keramaian itu, ada Jaenuri. Pria paruh baya asal Kampung Kedung, Desa Pabuaran, Kecamatan Rangkasbitung, yang setiap hari mendorong gerobak sederhana untuk menjajakan kopi. Sekitar pukul setengah delapan pagi, ia mulai berjualan.
Modal yang dibawa berkisar seratus hingga seratus lima puluh ribu rupiah. Namun, hasil yang dibawa pulang tidak selalu sebanding. Persaingan dengan pedagang kopi lainnya membuat pendapatannya tak menentu.
Meski begitu, Jaenuri tetap bertahan.
Gerobak yang digunakannya bukan gerobak mewah. Gerobak itu dibuat oleh anaknya, agar sang ayah bisa berjualan dengan lebih nyaman.
Jaenuri adalah ayah dari empat anak. Penghasilan dari berjualan kopi menjadi salah satu tumpuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.
Sang istri pun turut membantu dengan membuka warung sederhana di rumah. Bagi Jaenuri, berjualan bukan hanya tentang mencari uang. Ada tanggung jawab seorang ayah untuk terus berusaha demi keluarganya.
Setiap hari, Jaenuri kembali datang ke pasar. Membawa kopi, mendorong gerobak, dan menunggu pembeli. Di tengah hiruk-pikuk Pasar Rangkasbitung, setiap gelas kopi yang terjual adalah bagian kecil dari perjuangannya.
Sebab bagi Jaenuri, selama masih mampu bekerja, harapan untuk keluarga akan selalu ada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....