Kasus ISPA Pandeglang Meningkat akibat Abu Vulkanis

  • 11 Sep 2026 14:56 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat ribuan kasus infeksi saluran pernapasan akut menyerang warga Pandeglang akibat sebaran debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Total temuan kasus sejak tanggal lima hingga sepuluh September 2026 telah mencapai 1.361 penderita dengan tren harian yang berangsur menurun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Eni Yati, menyatakan terdapat kenaikan trend kenaikan Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dampak dari abu vulkanis Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke berbagai wilayah di Pandeglang. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di 36 puskesmas pada 35 kecamatan pun disebutnya disiagakan selama 24 jam guna menanggulangi tren kenaikan pasien.

"Dinas Kesehatan menyikapi tebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau dengan mensiagakan semua puskesmas di tiga puluh lima kecamatan dan membuka layanan dua puluh empat jam," ujar Eni Yati, Jumat 11 September 2026.

Petugas medis disebutnya secara aktif membagikan masker pelindung serta memberikan edukasi langsung mengenai bahaya paparan debu vulkanik kepada masyarakat. Langkah preventif tersebut dikatakannya terbukti efektif dengan penurunan kasus setiap harinya, pada Kamis 10 September 2026 kasus ISPA pun menurun di angka 356 kasus.

Namun demikian, kata dia Dinkes tetap menghimbau masyarakat agar senantiasa disiplin mengenakan masker serta memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kesehatan pernapasan. Warga juga diingatkan agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mulai merasakan gejala gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....