UMKM Atap Daun Sagu Aji Harap Bantuan Modal Pemerintah
- 24 Agt 2026 23:30 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Lebak - Usaha mikro kecil menengah (UMKM) pembuatan atap dari daun sagu milik Aji di Kampung Pasir Eurih, Desa Bojongcae, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, membutuhkan perhatian dan bantuan modal dari pemerintah. Usaha yang dirintis Aji tersebut telah berjalan sejak tahun 2022, dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarganya.
Pada awalnya, usaha pembuatan atap daun sagu itu hanya dikerjakan Aji bersama istrinya secara sederhana dari rumah sejak ia berhemti kerja dari salah satu eprusahaan di Jakarta. Seiring meningkatnya permintaan, usaha tersebut terus berkembang hingga kini Aji telah mempekerjakan lima orang warga untuk membantu proses produksi.
Namun, di tengah perkembangan usahanya, Aji mengaku belum pernah mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah. Aji yang ditemui Senin, 24 Agustus 2026, mengatakan, bantuan permodalan sangat dibutuhkan untuk mengembangkan usaha yang selama ini dijalankannya secara mandiri.
Bantuan modal dapat digunakan untuk menambah bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas pemasaran. Selama ini, bahan baku berupa daun sagu diperoleh dengan cara membeli dari para petani di wilayah Pamarayan dan Cikeusal, Kabupaten Serang.
Harga bahan baku tersebut berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per ikat, tergantung kondisi dan ketersediaan daun sagu. Dalam sehari, Aji bersama para pekerjanya mampu memproduksi sekitar 200 lembar atap daun sagu.
Atap tersebut dibuat dengan ukuran panjang sekitar 1,5 meter untuk setiap lembarnya. Untuk pemasaran, produk atap daun sagu milik Aji tidak hanya dijual di sekitar tempat tinggalnya. Pesanan juga datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Karawang, Serang, Jakarta, dan daerah sekitarnya.
Harga jual atap daun sagu tersebut berkisar antara Rp2.500 hingga Rp3.000 per lembar, tergantung pesanan dan kebutuhan pembeli. Atap daun sagu biasanya digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, seperti atap rumah, saung, warung makan, hingga bangunan sederhana lainnya.
Aji berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada pelaku UMKM yang masih menjalankan usaha secara mandiri dengan keterbatasan modal. Ia juga mengaku hingga kini belum pernah menerima kunjungan dari petugas pemerintah, baik dari tingkat kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Lebak, untuk melihat secara langsung kegiatan usahanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....