Mang Yana, Petani yang Tak Pernah Mengenal Pensiun
- 13 Agt 2026 11:59 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Lebak - Selama 25 tahun, Ruhiyana menggantungkan hidupnya pada tanah dan tanaman yang dirawatnya dengan penuh ketekunan. Pria yang kini berusia 54 tahun itu memilih jalan hidup yang mungkin dianggap berbeda oleh sebagian orang, yakni menjadi seorang petani.
Pilihan tersebut diambilnya sejak lulus sekolah menengah atas, ketika teman-teman seangkatannya sibuk berebut mencari pekerjaan di pabrik maupun perkantoran. Ruhiyana justru memilih tidak bekerja di balik meja atau terikat dengan jam kerja perusahaan.
Baginya, menjadi petani bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, tetapi jalan hidup yang telah dicintainya sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kecintaan itu pula yang membuat pria yang akrab disapa Mang Yana tersebut mantap menghabiskan sebagian besar hidupnya di tengah hamparan sawah dan tanaman. Seperti disampaikannya kepada RRI, Rabu, 12 Agustus 2026.
Sebaliknya, ia justru merasakan banyak keuntungan dari profesi yang selama ini dijalaninya. Ia berprinsip, apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh, penghasilan dari bertani dapat lebih besar dibandingkan bekerja sebagai buruh pabrik ataupun pegawai kantoran. Bagi Mang Yana, salah satu keistimewaan menjadi petani adalah keleluasaan mengatur waktu.
Tidak seperti pekerja yang harus datang dan pulang sesuai jadwal, seorang petani dapat mengatur sendiri aktivitasnya di lahan, meski tetap harus disiplin merawat tanaman.
Puluhan tahun menjadi petani juga telah memberikan banyak hal yang dahulu mungkin hanya menjadi harapan dalam benaknya. Dari hasil bertani, Mang Yana mampu membangun rumah, memenuhi kebutuhan keluarga, serta menyekolahkan keempat anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....