Biaya Serapan GKP Semester Pertama 2026 Capai Rp300 Miliar
- 13 Jul 2026 09:00 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Lebak - Perputaran uang dari kegiatan penyerapan gabah petani yang dilakukan Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang sejak awal Januari hingga akhir Juni 2026 mencapai sekitar Rp300 miliar. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli gabah hasil panen petani, tetapi juga menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan proses penyerapan hingga menjadi beras.
Kepala Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, Muhamad Syaukani mengatakan, besarnya perputaran dana tersebut mencerminkan tingginya aktivitas penyerapan gabah selama semester pertama tahun 2026. Syaukani menyampaikan hal itu saat ditemui di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Anggaran yang dikeluarkan Bulog bukan hanya untuk pembayaran gabah kepada petani. Dana tersebut juga mencakup berbagai biaya operasional yang diperlukan selama proses penyerapan berlangsung.
Biaya operasional itu antara lain meliputi biaya angkut, biaya timbang, biaya penggilingan, hingga upah para pekerja yang terlibat dalam proses tersebut. "Perputaran uang sekitar Rp300 miliar itu bukan hanya untuk membeli gabah petani, tetapi juga mencakup biaya angkut, biaya timbang, biaya giling, dan upah tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan penyerapan," kata Muhamad Syaukani di Warunggunung, Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menjelaskan, setiap proses penyerapan gabah memerlukan dukungan berbagai sektor agar gabah dapat diolah menjadi beras yang siap disimpan di gudang Bulog. Karena itu, nilai anggaran yang disiapkan tidak bisa dihitung hanya berdasarkan harga pembelian gabah.
"Dalam penyerapan gabah, kami tidak hanya menyediakan dana sesuai harga gabah, tetapi juga seluruh biaya lain yang berhubungan dengan proses penyerapan sampai menjadi beras," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....