Sasar Kawasan 3T, 51 Dapur Gizi Dibangun di Pedalaman Lebak
- 08 Jul 2026 08:35 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah terus memperkuat upaya pemenuhan gizi bagi anak-anak di daerah pelosok melalui pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T. Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia.
Di Kabupaten Lebak, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 51 titik dapur SPPG 3T. Lokasi pembangunan tersebar di sejumlah wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap layanan pemenuhan gizi. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Leuwidamar.
Selain itu, dapur SPPG juga dibangun di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Pembangunan juga menyasar lokasi hunian sementara korban banjir bandang di Kecamatan Lebakgedong. Wilayah Kecamatan Cipanas juga menjadi salah satu titik pembangunan dapur SPPG 3T.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Asep Royani mengatakan, proses pembangunan terus berjalan sesuai tahapan. Dari total 51 titik yang direncanakan, sebanyak 37 titik kini sedang dalam proses pembangunan. Sementara, lima titik lainnya telah memasuki tahap penilaian akhir.
Penilaian tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar operasional sebelum digunakan. Hasil penilaian akan menentukan apakah dapur tersebut dinyatakan layak beroperasi.
Asep mengatakan, pemerintah menargetkan dapur-dapur yang telah siap dapat segera melayani masyarakat. Ia memperkirakan operasional dapur akan dimulai bersamaan dengan masuknya kembali para siswa ke sekolah.
"Dari total 51 titik yang direncanakan di Kabupaten Lebak, saat ini 37 titik sedang dalam proses pembangunan dan lima titik sudah memasuki tahap penilaian akhir untuk menentukan kelayakan operasional," kata Asep Royani di Lebak, Selasa, 7Juli 2026
Ia menjelaskan, pembangunan dapur SPPG menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T. Keberadaan dapur tersebut diharapkan mampu menjangkau anak-anak yang selama ini tinggal di daerah dengan akses pelayanan yang terbatas.
"Dapur yang sudah masuk tahap persiapan dan penilaian akhir diperkirakan mulai beroperasi saat para siswa kembali masuk sekolah," ujar Asep.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....