Seba Baduy 2026 Dongkrak Ekonomi UMKM Lebak
- 27 Apr 2026 21:09 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Lebak - Pelaksanaan Seba Baduy 2026 yang berlangsung selama kurang lebih tiga hari, mulai 23 hingga 26 April, memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Kegiatan budaya tahunan ini tidak hanya menjadi ajang tradisi, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang.
Berdasarkan data panitia, perputaran uang selama kegiatan diperkirakan mencapai Rp115 juta. Angka tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang cukup signifikan di tengah pelaksanaan acara adat yang sarat makna budaya tersebut.
Dalam catatan resmi, panitia Seba Baduy mencatat sekitar 50 pelaku UMKM yang terlibat secara langsung dalam bazar yang disediakan.
Para pelaku usaha tersebut memanfaatkan momentum ini untuk memasarkan berbagai produk unggulan lokal.
Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah pelaku usaha yang berpartisipasi ternyata lebih banyak dari yang tercatat. Banyak pedagang kecil lainnya turut ambil bagian secara mandiri di sekitar lokasi kegiatan.
Kehadiran para pelaku usaha tambahan ini turut meramaikan bazar UMKM Seba Baduy 2026. Mereka menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan khas daerah.
Antusiasme masyarakat terhadap bazar UMKM juga terlihat cukup tinggi. Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati rangkaian acara adat, tetapi juga berbelanja produk lokal.
Hal ini memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Para pelaku UMKM mengaku mendapatkan peningkatan pendapatan selama acara berlangsung. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Muhamad Holis, mengakui adanya peningkatan jumlah pelaku usaha di luar data resmi panitia.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam laporan penutupan rangkaian Seba Baduy. “Memang dalam catatan panitia ada sekitar 50 pelaku UMKM, tetapi di lapangan kami melihat banyak pelaku usaha kecil lainnya yang ikut berpartisipasi,” ujar Yosep, Senin,27 April 2026.
Menurut Yosep, fenomena tersebut justru menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia menilai kegiatan Seba Baduy mampu memberikan efek berganda bagi sektor ekonomi lokal.
Ia juga menambahkan, perputaran ekonomi menjadi salah satu syarat penting agar sebuah kegiatan dapat masuk dalam Karisma Event Nusantara. Oleh karena itu, aspek ekonomi menjadi perhatian dalam penyelenggaraan acara.
“Salah satu persyaratan agar Seba Baduy bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara adalah adanya perputaran ekonomi dari kegiatan tersebut,” katanya.
Dengan capaian perputaran uang yang mencapai Rp115 juta, Yosep optimistis, Seba Baduy memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai event budaya sekaligus penggerak ekonomi. Ke depan, pemerintah daerah berencana untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, termasuk pendataan pelaku UMKM agar lebih terorganisir dan terfasilitasi dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....