Kasus Campak Pandeglang Tembus 667 Suspek

  • 26 Apr 2026 17:42 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat lonjakan kasus suspek campak mencapai 667 temuan hingga minggu ke-13 tahun 2026. Tren peningkatan ini mulai terlihat signifikan sejak minggu ke-7 atau pada bulan Februari sebelum akhirnya perlahan menunjukkan kurva penurunan. Meskipun jumlah laporan tergolong tinggi, status ratusan kasus tersebut dikategorikan sebagai campak klinis berdasarkan gejala fisik pasien akibat keterbatasan pengujian laboratorium di tingkat kementerian pada awal tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pandeglang, Dian Handayani menyebut sebaran kasus campak tertinggi terdeteksi di Kecamatan Labuan, disusul Pandeglang, Kaduhejo, Jiput, Banjar, hingga Menes dan Karangtanjung. Tingginya angka laporan di wilayah tersebut dipengaruhi pula oleh kesigapan petugas surveilans di lapangan dalam mendeteksi serta melaporkan temuan gejala pada masyarakat.

"Sampai dengan minggu ke-13, tercatat 667 kasus campak sekabupaten Pandeglang. Ini sebetulnya mulai meninggi itu di minggu ke-7 di bulan Februari dan sekarang sudah mulai menurun kembali," ujar Dian, Minggu 26 April 2026.

Fenomena peningkatan kasus ini dinilainya berkaitan erat dengan siklus lima tahunan akibat akumulasi populasi rentan yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Penumpukan kelompok yang tidak memiliki kekebalan tubuh ini menurutnya memicu hilangnya herd immunity atau kekebalan kelompok di beberapa titik wilayah. Tanpa perlindungan vaksin menyeluruh, Dian menilai virus campak sangat mudah menyebar luas ketika menjangkit individu dalam komunitas dengan cakupan imunisasi rendah.

Dian mengatakan kondisi campak saat ini menunjukkan perubahan karakteristik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya bersifat sembuh dengan sendirinya. Menurutnya saat ini, mayoritas pasien justru mengalami komplikasi kesehatan tambahan yang memperberat kondisi fisik penderita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....