Kisah Emi Bertahan Hidup di Rumah Tanpa Dinding

  • 03 Apr 2026 00:11 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Pandeglang – Dinding kayu yang kokoh menompang atap serta lantai tanah yang keras menjadi saksi bisu perjuangan Emi, seorang ibu lima anak di Kampung Malingping, Desa Pasirmae, Kecamatan Cipeucang. Selama lima tahun terakhir, ia sekeluarga terpaksa mendiami bangunan yang jauh dari kata layak, tepat di tepian area persawahan yang luas. Di dalam gubuk tanpa sekat tembok tersebut, ketujuh anggota keluarga ini berbagi di ruang sempit untuk sekadar merebahkan diri saat malam tiba, meski ancaman bocor selalu menghantui setiap kali hujan turun.

Emi mengisahkan rasa sedih yang mendalam setiap kali melihat kondisi tempat tinggalnya yang memprihatinkan. Suaminya yang bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu membuat keinginan untuk memperbaiki rumah sekadar menjadi mimpi yang sulit terjangkau. Dua anaknya kini telah lulus sekolah dasar, sementara kebutuhan sehari-hari masih sering mengalami kekurangan akibat keterbatasan ekonomi yang menjerat keluarga mereka sejak lama.

"Sudah 5 tahun tinggal di sini, tidur bareng suami dan 5 anak di lantai tanah ini. Sedih rasanya apalagi kalau hujan sering kebocoran, tapi mau bangun tidak ada biaya karena suami kerja serabutan saja. Kami belum pernah dapat bantuan sama sekali dari pemerintah, harapannya pengen rumah ini diperbaiki supaya layak buat anak-anak," kata Emi, Kamis 2 Maret 2026.

Ironisnya, selama menetap di hunian tidak layak tersebut, Emi mengaku sama sekali belum pernah mencicipi bantuan sosial dari pemerintah, khususnya program renovasi rumah. Menurutnya Ia hanya bisa menaruh harapan besar agar pihak berwenang melirik kondisi gubuknya yang sudah sangat mendesak untuk diperbarui.Emi mengatakan keinginannya hanya sederhana, yakni memiliki tempat bernaung yang sehat dan layak demi masa depan serta kenyamanan suami dan kelima buah hatinya.

Sementara, persoalan yang dialami keluarga Emi ternyata telah masuk dalam pantauan Pemerintah Desa Pasirmae, namun terdapat kendala teknis yang cukup pelik. Kepala Desa Pasirmae, Supandi, membenarkan adanya warga bernama Endang (suami Emi) di Kampung Malingping yang memang belum tersentuh bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Meskipun Ia mengakui secara kondisi fisik rumah tersebut sangat memenuhi syarat untuk dibantu, terdapat ganjalan pada status kepemilikan aset tanah yang ditempati keluarga tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....