Nabil, Penjaga Palang Kereta Api Ditengah Risiko dan Tanggung Jawab
- 01 Apr 2026 20:13 WIB
- Banten
Poin Utama
- Petugas Palang Pintu di Rangkasbitung
Video
RRI.CO.ID, Lebak - Di sebuah perlintasan kereta api di Bang Arum, Rangkasbitung, suara sirene dan deru kereta menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di balik palang pintu yang naik turun, ada sosok yang sigap menjaga keselamatan banyak orang.
Dialah Muhamad Fahmi Nabil, 25 tahun. Asal Kabupaten Pandeglang, Nabil sudah hampir dua tahun bekerja sebagai petugas palang pintu kereta api. Dalam sehari semalam, ia harus mengawasi sekitar 140 perjalanan kereta yang melintas, belum termasuk kereta tambahan di luar jadwal.
Di perlintasan Tanjakan Bang Arum, semua masih dilakukan secara manual. Tanpa sensor otomatis, Nabil hanya mengandalkan jadwal dan insting. Ia harus memastikan palang benar-benar tertutup sebelum kereta melintas.
Namun tantangan tak hanya datang dari keterbatasan alat. Pengendara yang tidak sabar kerap memaksa melintas. Bahkan, pernah suatu ketika ambulans darurat datang saat kereta sudah hampir tiba.
Keputusan sulit, namun harus diambil. Bagi Nabil, tugas ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan tanggung jawab besar yang menyangkut nyawa manusia. Ia bekerja dalam sistem tiga shift, tinggal di mess, dan harus pandai membagi waktu, bahkan untuk sekadar beribadah.
Di balik setiap palang yang tertutup, ada kewaspadaan yang tak boleh lengah. Sosok seperti Nabil mungkin tak selalu terlihat, namun jasanya menjaga keselamatan di perlintasan, tak ternilai harganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....