Pasokan Belum Stabil, Harga Bumbu Dapur di Pasar Badak Meroket
- 29 Mar 2026 11:45 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Pandeglang - Sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, mengalami lonjakan harga signifikan pasca-Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Kenaikan tajam terlihat pada komoditas bawang merah, bawang putih, tomat, hingga cabai rawit oranye akibat belum pulihnya pasokan dari tingkat petani. Para pedagang mengeluhkan kondisi harga yang fluktuatif ini karena berdampak langsung pada penyesuaian modal dan daya beli masyarakat di pasar tradisional.
Pedagang bumbu dapur di Pasar Badak, Aas mengungkapkan, harga bawang merah kini menyentuh angka Rp50 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp35 ribu. Lonjakan serupa juga terjadi pada bawang putih yang kini dijual seharga Rp35 ribu per kilogram dari harga semula Rp25 ribu. Menurutnya, kenaikan yang paling dirasakan pedagang adalah komoditas tomat yang harganya melonjak dua kali lipat menjadi Rp20 ribu per kilogram.
"Setelah Lebaran ini bawang merah naik lagi, sekarang kami jual Rp50 ribu per kilogram. Pasokan dari petani belum normal, jadi barang dari tanah tinggi belum banyak masuk, sementara pembeli tetap ada," ujar Aas, Minggu 29 Maret 2026.
Aas menyebut kondisi harga cabai rawit oranye menjadi komoditas yang paling ekstrem dengan kenaikan mencapai Rp120 ribu per kilogram, padahal beberapa hari sebelumnya masih di angka Rp65 ribu. Meski demikian, menurut Aas komoditas cabai merah keriting justru menunjukkan tren penurunan dari Rp80 ribu menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram. Fenomena naik turunnya harga ini dinilainya membuat pedagang harus ekstra hati-hati dalam menyetok barang guna menghindari kerugian akibat perubahan harga yang mendadak.
Aas menjelaskan, keterbatasan stok dari sentra produksi di wilayah dataran tinggi menjadi pemicu utama meroketnya harga sayur-mayur. Meskipun aktivitas belanja masyarakat mulai menurun dibandingkan masa menjelang hari raya, Ia mengatakan minimnya pasokan barang masuk membuat harga sulit terkendali. Pedagang mencatat bahwa stok di tingkat grosir hingga saat ini belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala sebelum momentum lebaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....