Tradisi Ngupat Bareng Pererat Keakraban di Rutan Pandeglang

  • 21 Mar 2026 20:52 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Pandeglang - Suasana hangat menyelimuti Rutan Kelas IIB Pandeglang saat petugas dan warga binaan duduk bersama menikmati hidangan ketupat setelah pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah. Tradisi "Ngupat Bareng" ini menjadi agenda rutin setahun sekali guna menghadirkan nuansa kekeluargaan di balik jeruji besi pada hari raya. Kegiatan makan bersama ini dirancang sebagai strategi penguatan mental bagi penghuni rutan yang tidak dapat merayakan lebaran di rumah masing-masing.

Kepala Rutan Kelas IIB Pandeglang, Achmad Zaki, menyebut momentum makan ketupat bersama merupakan cara efektif untuk mengakrabkan hubungan antara petugas dan warga binaan. Melalui interaksi yang santai, sekat-sekat formalitas mencair dan digantikan dengan komunikasi yang lebih humanis. Hal ini dianggapnya penting untuk menjaga kondusivitas dan stabilitas keamanan di dalam rutan selama masa libur panjang lebaran.

"Kegiatan makan bersama ketupat ini merupakan momentum sangat jarang dan menjadi strategi kami untuk saling menguatkan serta mengakrabkan petugas dengan rekan-rekan warga binaan. Kami melaksanakan ini agar suasana Idulfitri di dalam rutan tetap terasa hangat seperti di rumah," ujar Zaki, Sabtu 20 Maret 2026.

Menurut Zaki pelaksanaan salat Idulfitri di Mushola Rutan berlangsung khidmat dengan melibatkan seluruh penghuni beserta para sipir yang bertugas. Kehadiran menu khas lebaran seperti ketupat dan opor dinilai Zaki menjadi pelipur lara bagi warga binaan yang merindukan suasana berkumpul dengan keluarga. Inisiatif ini sepenuhnya dikelola oleh pihak rutan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan di hari fitri.

Tradisi ini diharapkannya mampu mengubah cara pandang warga binaan terhadap proses pemasyarakatan yang mereka jalani. Keakraban yang terjalin menjadi modal sosial bagi petugas dalam melakukan pembinaan sehari-hari agar lebih mudah diterima oleh para penghuni. Momentum ini juga menurutnya dimanfaatkan sebagai ruang refleksi diri bagi warga binaan untuk merenungi kesalahan masa lalu dan bertekad memulai lembaran baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....