RSUD Berkah Pandeglang Siagakan Tim Gawat Darurat Selama Arus Mudik

  • 14 Mar 2026 16:52 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Pandeglang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang menyiagakan tim gawat darurat penuh guna mengantisipasi potensi kecelakaan dan musibah selama masa mudik Lebaran 2026. Persiapan intensif ini dilakukan mulai 18 hingga 24 Maret dengan memfokuskan seluruh layanan pada Unit Gawat Darurat (UGD). Otoritas rumah sakit memastikan ketersediaan tenaga medis, mulai dari dokter umum hingga perawat terlatih, siap memberikan pertolongan pertama bagi pemudik yang membutuhkan bantuan medis darurat.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Berkah Pandeglang, Sulaiman, menyatakan kesiapan istansinya dalam menghadapi lonjakan pasien dengan menyiapkan jajaran dokter spesialis yang akan bertugas secara bergantian. Ia menyebut tim medis ini mencakup spesialis bedah, kandungan (obgyn), hingga tenaga anestesi yang didukung oleh layanan laboratorium 24 jam. Meskipun pelayanan rawat jalan di poliklinik ditutup sementara selama periode tersebut, ia mengatakan layanan rawat inap dan kegawatdaruratan tetap beroperasi normal untuk melayani masyarakat.

"Kami telah mempersiapkan posko pelayanan lebaran dari tanggal 18 sampai 24 Maret yang difokuskan di UGD. Tim gawat darurat yang terdiri dari dokter umum dan perawat terlatih sudah siaga, termasuk dokter spesialis bedah dan objin bersama tenaga laboratorium serta anestesi untuk kesiagaan bersama," ujar Sulaiman, Sabtu 14 Maret 2026.

Menurutnya langkah antisipasi ini merupakan bagian dari kesiagaan lintas sektor bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas di seluruh jalur mudik Kabupaten Pandeglang. Koordinasi erat juga dijalin RSUD bersama BPBD dan Kepolisian untuk mempercepat respons penanganan jika terjadi bencana alam atau kecelakaan lalu lintas yang masif. Pihak rumah sakit berkomitmen menjamin standar pelayanan medis tetap terjaga meski dalam situasi tekanan arus mudik yang tinggi.

Selain tenaga medis, RSUD Berkah juga melakukan pemetaan terhadap kapasitas tempat tidur di ruang IGD guna menghindari penumpukan pasien. Jika terjadi kunjungan yang melampaui kapasitas normal, manajemen rumah sakit telah menyiapkan skema rujukan dan bantuan koordinasi dengan rumah sakit sekitar. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat sesuai tingkat kegawatdaruratannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....